Manado, DetikManado.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui program pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membekali WBP dengan keterampilan produktif dan menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Manado Krisman Ziliwu menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan WBP.
“Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, WBP mendapatkan bekal yang bermanfaat. Melalui pembinaan kemandirian, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan bagaimana menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Krisman.
Hasil karya WBP juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki kualitas dan daya saing yang lebih baik. Dengan adanya pembinaan yang konsisten, produk keterampilan WBP dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi positif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi mereka ketika nantinya kembali ke masyarakat.
Dia mengatakan, program pembinaan kemandirian tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yaitu membentuk WBP agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, serta dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dan mampu berperan secara aktif sebagai anggota masyarakat yang produktif.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas berkomitmen untuk terus menciptakan berbagai inovasi dan peluang pengembangan keterampilan bagi WBP. Karya WBP, bukti bahwa proses pembinaan dapat melahirkan kreativitas, produktivitas, dan kemandirian,” papar Krisman.
Diketahui, melalui berbagai kegiatan pelatihan keterampilan, WBP diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan kerja sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan WBP agar mampu hidup mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pembinaan.
Dalam pelaksanaannya, program pembinaan kemandirian telah menghasilkan berbagai produk keterampilan karya WBP, mulai dari kerajinan tangan, produk berbahan kayu, hingga berbagai hasil karya kreatif lainnya. Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata bahwa WBP mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila diberikan kesempatan, pendampingan, serta pembinaan yang berkelanjutan. (yos)















