Dinas PUPR Manado Usut Penutupan Drainase yang Picu Kerusakan Jalan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Manado, Paulus Titirlolobi.

Manado, DetikManado.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado bergerak cepat merespons keluhan warga terkait kerusakan Jalan Nasional Manado–Tomohon. Tim PUPR terjun langsung ke Kelurahan Winangun Atas untuk mengecek dugaan penutupan saluran drainase induk akibat proyek pembangunan jaringan pipa.

Dugaan penutupan saluran pascapengecoran ini memicu luapan air ke badan jalan hingga mempercepat kerusakan aspal.

Bacaan Lainnya

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara bahkan menunda perbaikan jalan sebelum akar masalah luapan air tersebut dituntaskan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Manado, Paulus Titirlolobi, menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak kontraktor untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

“Informasi ini baru kami terima. Karena itu kami akan cek langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pelaksana pekerjaan. Kami belum bisa memberikan kesimpulan sebelum melihat kondisi di lapangan,” ujar Paulus saat ditemui media, Jumat (31/7/2026).

Paulus menambahkan, secara prinsip teknis, tidak mungkin sebuah pekerjaan infrastruktur sengaja menutup saluran air tanpa memperhitungkan dampaknya. Namun, ia memastikan tindak lanjut tegas akan diambil jika ditemukan pelanggaran atau hambatan pada sistem drainase.

“Kalau memang ditemukan permasalahan di lapangan tentu akan kami tangani. Setelah pengecekan selesai, kami akan mengambil langkah sesuai kondisi yang ada,” ujarnya memungkasi.

Pantauan DetikManado.com di lokasi, kemacetan panjang terjadi akibat rusaknya ruas jalan tersebut. Bahkan ketika air mengalir dari perumahan di bagian atas, akan meluap masuk ke badan jalan.

“Ini sudah terjadi cukup lama, kami minta perhatian pihak yang berkepentingan,” ujar Kepala Lingkungan II, Desa Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Rommy Karundeng. (yos)


Pos terkait