Tondano, DetikManado.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano terus mendorong penguatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui pendidikan moralitas dan budi pekerti pada, Jumat (16/10/2026).
Sebanyak 15 Warga Binaan mengikuti program pendidikan moralitas dan budi pekerti sebagai upaya membangun kesadaran diri, menanamkan nilai-nilai positif, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Salah satu program yang mendukung tujuan tersebut ialah Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI). Program ini berfokus pada pembentukan karakter, penguatan moral, dan penanaman budi pekerti sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, menegaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga perlu menyentuh aspek moral dan kepribadian.
“Pembinaan karakter memiliki peran penting dalam mendorong warga binaan menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan tanggung jawab atas setiap tindakan. Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik dan mampu menjalani kehidupan secara positif,” ungkap Kalapas.
Melalui pendidikan moralitas dan budi pekerti, 15 Warga Binaan yang mengikuti program ini diharapkan dapat mengembangkan sikap disiplin, menghargai sesama, mengendalikan diri, serta membangun pola pikir yang lebih positif. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
Lapas Tondano berkomitmen mendukung pembinaan yang menyeluruh dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana, dan dapat diterima kembali oleh masyarakat.
Dengan penguatan pembinaan kepribadian melalui pendidikan moralitas dan budi pekerti, diharapkan proses pemasyarakatan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan, keluarga, serta lingkungan masyarakat. (yos)














