Manado, DetikManado.com – Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr secara resmi menjabat sebagai Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike, Manado, pada Minggu (8/11/2026). Menariknya, ini yang pertama kali Pastor Made menjadi Pastor Paroki sejak dia ditahbiskan menjadi Imam pada tahun 2020 silam.
Acara serah terima jabatan (Sertijab) Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike digelar dalam Perayaan Misa yang dipimpin oleh Vikep Manado, Pastor Damianus Pongoh Pr.
Dalam khotbahnya, Pastor Dami menekankan tentang kebijaksanaan serta visi untuk menatap kehidupan yang akan datang. Dia juga menyampaikan terima kasih atas karya pelayanan yang dilakukan oleh Pastor Abraham Xaverianus Runtu Pr selama tiga tahun di Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike.
“Kepada Pastor Made, selamat datang, selamat melanjutkan karya pelayanan dari Pastor Ferry Runtu,” tutur Pastor Dami.
Sementara itu, dalam kesaksiannya, Pastor Made mengaku terkejut saat pertama kali diminta oleh pihak Keuskupan Manado untuk menjadi Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. Apalagi dia masih menjalankan tugas sebagai Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado.
“Dalam hati juga terkejut karena waktu itu saya masih banyak persiapan untuk kegiatan tahun depan yakni Pekan Komunikasi Sosial Nasional di Keuskupan Manado. Saya juga meminta waktu untuk menyelesaikannya,” tutur Pastor Made.
Pastor Made juga mengaku, dalam hatinya bertanya mengapa harus dia yang menjadi Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. Apalagi dia menjadi Pastor Paroki paling bungsu di keuskupan Manado.
“Saya berpikir apakah tidak ada orang (Pastor) lain? Karena ini Kota Manado, ada banyak pastor-pastor, ada banyak umat yang hebat-hebat dan pandai-pandai. Kenapa harus saya? Saya berpikir saya itu cuma pastor yang orang bilang baru kemarin,” tuturnya.
Tetapi di tengah permenungan minggu-minggu ini, lanjut Pastor Made, dia berpikir bahwa masih punya moto panggilan yang selalu menguatkannya. Motonya pendek, “Aku percaya Tuhan.” Itu dari Yohanes 9 ayat 38.
“Seruan dari orang yang lahir buta, ia buta sejak dilahirkan. Ketika dia datang kepada Yesus, Yesus cuma bilang, “Maukah kau melihat?” Dia bilang, “Aku percaya Tuhan.” Lalu dia sujud menyembah dan melihat,” tuturnya.

Pastor Made mengatakan, motto panggilan membawanya dan dipertemukan dengan umat di paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike.
“Ini adalah paroki pertama saya setelah saya ditahbiskan 6 tahun yang lalu. Jauh memang dari pikiran atau bahkan mungkin keinginan, harapan, karena biasanya cuma lewat-lewat di muka sini,” ujarnya.
Tetapi minggu-minggu ini, Pastor Made berpikir di tengah pergumulan ini, dan menyatakan “Aku percaya Tuhan”. Bahwa umat di Rike itu umat baik-baik. Umat di Rike itu umat yang hebat-hebat.
“Gereja ini adalah tempat kita untuk berbagi pengalaman, bukan berbagi cerita keburukan. Tempat kita untuk saling melengkapi bukan untuk saling meninggalkan, dan tempat kita untuk saling merangkul, bukan untuk saling memecah belah,” tuturnya.
Dia mengatakan, jika ada mungkin hal-hal yang kurang baik, semata itu menjadi pembelajaran untuk melangkahkan kaki ke depan untuk lebih maju. Ada visi bersama umat yang dibawa.
“Sudah ada Pastor Ferry yang selama 3 tahun lebih menemani umat di Paroki Rike, dan saya harus bilang terima kasih Pastor untuk pengabdian di paroki ini,” ujarnya.
Kepada seluruh umat yang hadir, Pastor Made mengajak untuk berjalan bersama. “Kata orang, kalau kita mau berjalan cepat, jalanlah sendiri-sendiri, tetapi kalau kita mau berjalan jauh sekali, maka kita jalan sama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, Pastor Ferry Runtu dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat untuk kebersamaan selama 3 tahun 4 bulan dia bertugas sebagai Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. Pastor Ferry mengaku mengalami banyak pengalaman dalam panggilan hidup sebagai seorang imam.
“Mudah-mudahan seperti Pastor Vikep (Pastor Dami) katakan tadi menjadi visioner. Mudah-mudahan juga dengan apa yang kita jalani bersama, kita dapat menuju kepada jalan yang sama,” tutur Pastor Ferry Runtu.
Usai Perayaan Misa, dilanjutkan dengan acara pisah sambut yang digelar di aula Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. (yos)














