Semarang, DetikManado.com — Aroma tumisan bumbu dapur dan kepulan asap membumbung saban pagi dari sebuah dapur sederhana di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Di sana, raut lelah tak pernah menyapu wajah para wanita desa yang sibuk mengolah porsi besar hidangan setiap hari. Dari tangan-tangan terampil inilah, energi dan semangat puluhan prajurit TNI serta warga sekitar terus dipompa demi membangun desa mereka.
Peran penting para wanita di dapur ini menjadi fondasi yang tidak terlihat dalam mendukung lancarnya aksi gotong royong fisik di lapangan. Bagi mereka, setiap piring makanan yang disajikan bukan sekadar pengisi perut yang lapar, melainkan bentuk dukungan nyata dan wujud kasih sayang warga kepada para prajurit yang sedang mengabdi.
“Masakan yang kami buat ini adalah bentuk ketulusan dan kepedulian kami. Kami mungkin tidak ikut memegang cangkul atau mengangkat batu di lokasi pembangunan, tapi lewat dapur inilah kami bisa menyalurkan semangat dan memastikan Bapak-bapak TNI serta suami kami tetap bertenaga,” ujar salah satu warga Desa Cukil di sela-sela kesibukannya mengaduk wajan besar, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan gotong royong dan dapur umum ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Upacara pembukaan program tersebut telah dilaksanakan secara resmi di Desa Cukil pada Rabu (15/7/2026) lalu.
Acara pembukaan TMMD yang menjadi awal dari kebersamaan warga dan TNI ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM bersama Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH. Kehadiran para wanita di dapur umum tersebut membuktikan bahwa perjuangan membangun desa tidak hanya diuji melalui tenaga dan keringat para lelaki di lapangan, tetapi juga dirawat melalui keikhlasan dan ketulusan hati dari balik meja dapur. (yos)














