Semarang, DetikManado.com — Deretan kayu reng dipasang rapi di atas kerangka atap rumah Paidi, warga Dukuh Banjari RT 21/RW 08, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Dengan penuh ketelitian dan semangat kebersamaan pada Sabtu (25/7/2026), anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bahu-membahu bersama warga setempat menyelesaikan tahap krusial rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut.
Pemasangan kayu reng ini bukan sekedar proses teknis untuk menopang genteng agar terhindar dari kebocoran, melainkan simbol kuatnya kepedulian sosial dan budaya gotong royong yang terus dirawat di tengah masyarakat.
Setiap paku yang ditancapkan dan kayu yang disatukan membawa misi besar untuk menghadirkan tempat tinggal yang aman, kokoh, dan layak bagi keluarga Paidi.
Di sela-sela aktivitas pembangunan, Paidi tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya saat melihat rumahnya kini mulai berdiri kokoh berkat uluran tangan para prajurit TNI dan tetangga sekitar.
“Saya sangat bersyukur dan terima kasih sekali kepada bapak-bapak TNI dan warga yang sudah bekerja keras memperbaiki rumah saya. Dulu kalau hujan selalu cemas, sekarang melihat atapnya mulai dipasang rapi, rasa cemas itu hilang dan berganti jadi harapan baru bagi keluarga kami,” ujar Paidi dengan mata berkaca-kaca.
Pembangunan rumah Paidi merupakan bagian dari target fisik Program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Kodim 0714/Salatiga. Kegiatan TMMD ini sebelumnya secara resmi dibuka di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (15/7/2026) lalu. Pembukaan pembangunannya dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM bersama Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH. Melalui sinergi lintas sektor ini, rehabilitasi RTLH yang diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga penerima manfaat dapat segera menikmati hunian yang nyaman dan penuh kebahagiaan. (yos)














