Kotamobagu, DetikManado.com – Suasana duka menyelimuti Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 setelah insiden tabrakan tragis terjadi di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (09/08/2026).
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, turun langsung mengunjungi para korban di rumah sakit. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah terhadap para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan.
Insiden terjadi saat perlombaan tengah berlangsung. Sebuah mobil peserta mengalami crash di area ujung garis finis dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sekitar lintasan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 17 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.
Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Monompia dan RS Pobundayan, untuk mendapatkan penanganan medis.
Weny Gaib menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi. Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut sebelumnya telah melalui proses perizinan dan rekomendasi dari pihak terkait.
“Terkait izin, tentu sebelum ke pemerintah sudah ada izin-izin sebelumnya dari pihak yang berwenang untuk mengeluarkan rekomendasi. Setelah kami menerima, sudah sesuai dengan apa yang disampaikan panitia dan izin tersebut diterbitkan pemerintah kota melalui dinas perhubungan,” ujar Weny Gaib.
Ia menjelaskan, sebelum izin diterbitkan, pihak terkait juga telah melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan kegiatan, termasuk melibatkan Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Meski demikian, setelah insiden terjadi, pemerintah memastikan perlombaan tidak akan dilanjutkan.
“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Tetapi yang paling utama saat ini adalah penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit. Untuk lomba sudah tidak dilanjutkan, kami hentikan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026, Lucky Sugeha, mengatakan pihaknya menyerahkan proses penanganan insiden kepada aparat kepolisian.
“Insiden ini kami serahkan kepada petugas kepolisian. Nanti akan dijelaskan pada konferensi pers. Kami tetap bertanggung jawab, buktinya kami ada di sini. Kami akan mengunjungi korban untuk memberikan bantuan duka bagi yang meninggal dunia maupun yang luka-luka,” ungkap Lucky.
Ajang Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 sendiri berlangsung sejak 6 hingga 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti ratusan pembalap dan menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan lintasan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan olahraga otomotif yang melibatkan peserta dan penonton dalam jumlah besar.
Hingga berita ini diterbitkan, data jumlah dan identitas korban masih bersifat sementara dan dalam proses pendataan serta verifikasi oleh pihak rumah sakit maupun aparat terkait. (Dayat)















