Jalan Rusak Hingga Bau Busuk Perusahaan Ikan Mencuat di Reses RGK

Ronald Gunawan Kansil (RGK) saat menggelar reses di Kantor Kecamatan Madidir, Selasa (4/8/2026)

Bitung, DetikManado.com– Keluhan soal jalan rusak, drainase tersumbat hingga bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan kembali mencuat dalam reses Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Ronald Gunawan Kansil (RGK), di Kantor Kecamatan Madidir, Selasa (4/8/2026).

Reses masa itu menjadi ruang bagi warga untuk meluapkan kekecewaan. Tak sedikit aspirasi yang diakui sudah berulang kali disampaikan dalam setiap reses, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Bacaan Lainnya

Almi, warga Madidir Weru Lingkungan II, mengawali penyampaian aspirasi dengan mengeluhkan drainase yang tersumbat sehingga air meluap ke badan jalan saat hujan. Selain itu, jalan lingkungan yang setiap hari dilalui warga, termasuk anak-anak menuju sekolah, juga dalam kondisi rusak dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Keluhan lain disampaikan Fenny Supit, warga Madidir Weru Lingkungan V. Ia mengaku sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan di kawasan belakang rumah dinas Wali Kota Bitung, namun belum pernah mendapat tindak lanjut.

“Sudah berapa kali disampaikan setiap reses. Sudah beberapa anggota DPRD juga datang melihat, tapi tidak pernah terealisasi. Jalannya rusak, tidak ada drainase. Kalau banjir sudah susah dilewati. Selama ini cuma ditimbun tanah, begitu hujan hanyut lagi,” katanya.

Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian warga. Welmi Hamber mempertanyakan bau busuk yang disebut berasal dari kawasan perusahaan di sekitar Sinar Food. Menurutnya, hal itu sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir dan semakin menyengat ketika aktivitas pengolahan ikan meningkat.

Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan hingga memicu dampak yang lebih besar seperti kasus pencemaran yang pernah terjadi di Tanjung Merah.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ronald Gunawan Kansil mengakui persoalan infrastruktur menjadi masalah klasik yang masih dihadapi Kota Bitung.

“Kami akan segera menindaklanjuti bersama lurah dan kecamatan. Kalau memang ada anggaran untuk pembersihan drainase, akan segera dikerjakan. Semua aspirasi masyarakat kami catat untuk disampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung,” ujarnya.

Menurut politisi Gerindra itu, keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi salah satu penyebab banyak program pembangunan mengalami perlambatan.

“Seluruh kabupaten dan kota di Indonesia mengalami persoalan yang sama. Tapi kami akan tetap berkolaborasi dengan pemerintah agar masyarakat bisa menikmati akses jalan yang lebih baik,” katanya.

RGK juga memastikan dalam satu hingga dua hari ke depan dirinya bersama pihak terkait akan turun langsung meninjau lokasi jalan rusak yang dikeluhkan warga.

Terkait dugaan pencemaran bau dari perusahaan, Ronald menegaskan perusahaan wajib menjalankan operasional sesuai standar dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Masalah bau ini memang sudah lama terjadi. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan turun langsung bertemu dengan pihak perusahaan maupun HRD agar persoalan ini segera ditangani. Jangan sampai masyarakat terus terganggu dengan bau menyengat,” tegasnya.

Sementara itu, dari pihak kecamatan Madidir juga memberikan masukan terkait dampak jangka panjang perkembangan kawasan industri terhadap masyarakat.

Pemerintah kecamatan menilai ekspansi perusahaan jangan sampai memutus akses warga, terutama nelayan tradisional di kawasan Paceda, Wangurer Barat dan Wangurer Timur yang menggantungkan hidup pada akses menuju laut.

Selain itu, persoalan kebisingan mesin pabrik hingga tata ruang kawasan industri juga dinilai perlu menjadi perhatian serius agar aktivitas perusahaan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat.

Menutup dialog, RGK meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan lebih proaktif membangun komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah Madidir.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi praktik percaloan atau permainan harga dalam setiap proses yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Kalau ada ekspansi perusahaan, segera sampaikan kepada pemerintah. Camat, sekcam dan lurah harus punya inovasi serta berkolaborasi dengan perusahaan. Yang paling penting, jangan ada lagi oknum yang memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pribadi. Kami ada di DPRD untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya. (Jamal Gani)


Pos terkait