Bitung, DetikManado.com – SMAN 1 Bitung menggelar Pelatihan Jurnalistik Siswa pada, Jumat (18/9/2026), bertempat di Laboratorium Komputer SMAN 1 Bitung. Kegiatan ini diikuti 30 siswa utusan dari organisasi-organisasi di sekolah itu.
Kepala SMAN 1 Bitung, Syane Buisang SPd dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan, peserta yang mengikuti kegiatan adalah duta-duta sekolah. Mereka dipilih dari 1.368 siswa yang ada di SMAN 1 Bitung.
“Kalian yang dipilih saat ini, diberikan kesempatan untuk sama-sama belajar mengenai apa dan bagaimana itu jurnalistik,” tutur Syane.
Dia mengatakan, manfaatkan momen itu dengan baik, belajar dengan baik. Ketika ada yang kurang dimengerti, kurang dipahami, itu ditanyakan kepada kedua narasumber yang hadir.
“Saya berharap kegiatan yang dilaksanakan hari ini memiliki dampak yang baik. Dampak bagi peningkatan kompetensi masing-masing peserta didik yang hadir di tempat ini, dan berdampak juga bagi satuan pendidikan,” tutur Syane Buisang.
Kepala SMAN 1 Bitung berharap, karena perwakilan peserta pelatihan hanya 30 orang, maka ketika selesai pelatihan, mereka bisa berbagi materi yang didapat kepada teman-teman di organisasi masing-masing-masing.
“Jadi berbagi tidak harus secara keseluruhan kepada 1.300 sekian siswa, tetapi berdampak dulu kepada teman-teman di organisasi kalian,” tuturnya.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber wartawan bersertifikasi jenjang utama, sekaligus Penguji Kompetensi Jurnalis yakni Yoseph E. Ikanubun SPd dan Julkifli Madina.

Dalam materi pertama terkait pengantar Pers dan Jurnalistik, Yoseph E. Ikanubun memaparkan tentang pengertian pers, sejarah perkembangan pers di dunia dan Indonesia. Selanjutnya dibahas tentang fungsi pers serta media massa dan wartawan.
“Hal ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” ujar kontributor Liputan6.com wilayah Sulut ini.
Selain itu, dia juga memaparkan terkait kerja Jurnalistik yang mencakup 6M yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyebarkan informasi. Pekerjaan jurnalistik itulah yang dilakoni oleh para jurnalis atau wartawan untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi.
“Dalam menjalankan tugas jurnalistik ini, wartawan dilindungi UU Nomor 40 tentang Pers, dan wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik,” tutur Ikanubun yang juga Ahli Pers Dewan Pers ini.
Dia memaparkan, pengetahuan dan ketrampilan terkait kerja jurnalistik itu tidak hanya dibutuhkan oleh seorang jurnalis, namun saat ini berbagai pekerjaan dan profesi juga membutuhkan. Misalnya di bagian Kehumasan, Dinas Penerangan TNI, Humas Polri, serta instansi pemerintah maupun swasta.
“Jadi pengetahuan dan ketrampilan dasar terkait jurnalistik ini tidak hanya dibutuhkan saat Anda menjadi jurnalis, tetapi juga di bidang pekerjaan dan profesi yang lain,” ujar Pemimpin Redaksi DetikManado.com ini.

Dua materi selanjutnya dipaparkan oleh Julkifli Madina yaitu Tekhnik Reportase dan Wawancara, serta materi ketiga Tekhnik Penulisan Berita. Dia menjelaskan, wawancara merupakan bagian dari reportase.
“Ini dilakukan sebagai bagian dari kerja jurnalistik yakni 6M sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya,” ujarnya.
Julkifli kemudian menjelaskan terkait pengertian, jenis, nilai, unsur dan struktur berita, sebagai sebuah karya jurnalistik.
Pada sesi terakhir, para siswa diberi kesempatan untuk praktek menulis berita dan mempresentasikan hasil penulisan berita tersebut.
“Saya menilai, hasil penulisan berita yang dibuat para siswa ini sudah baik. Ke depan terus tingkatkan kemampuan menganalisa, menulis, untuk menghasilkan karya jurnalistik yang baik,” tutur Julkifli. (yos)














