Semarang, DetikManado.com — Harapan Sri Widyatun (51) untuk memiliki hunian yang aman dan sehat kini tinggal menghitung hari. Pembangunan rumah warga RT 16 RW 06 Desa Cukil, Kecamatan Tengaran ini terus dikebut melalui program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di ajang TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga.
Hingga Jumat (31/7/2026), personel Satgas TMMD bersama warga setempat fokus melakukan tahap pemasangan bata hebel dan kusen rumah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dengan menjaga efektivitas bahan material agar bangunan memiliki kualitas yang kokoh.
Koordinator Perwira (Pakor) RTLH, Kapten Inf. Sutarjo, menegaskan bahwa soliditas antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kunci utama cepatnya proses rekonstruksi ini.
“Seluruh personel terus menjaga semangat kerja sekaligus memperhatikan efektivitas penggunaan bahan material agar pembangunan berjalan optimal. Dengan perencanaan yang baik dan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, kami optimis rehabilitasi rumah ini selesai tepat waktu,” ujar Kapten Inf. Sutarjo di lokasi pembangunan.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Cukil tidak sekedar membawa bantuan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi gotong royong.
Warga lokal tampak antusias bergantian membantu mengangkut material hingga memasang komponen bangunan, sehingga pekerjaan terasa lebih ringan.
Bagi Sri Widyatun, bantuan ini bukan sekadar perbaikan dinding dan atap, melainkan titik balik bagi kesejahteraan keluarganya. Rasa haru dan syukur tak mampu ia sembunyikan saat melihat rumahnya kini berdiri lebih kokoh.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya Satgas TMMD Kodim 0714/Salatiga, serta Pemkab Semarang. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi kami untuk tinggal di rumah yang sehat, nyaman, dan layak,” ungkap Sri Widyatun penuh haru.
Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini, program TMMD Reguler ke-129 tidak hanya menargetkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup dan taraf kesejahteraan warga di wilayah pedesaan. (yos)














