Pelatihan Jurnalistik, Kader PMKRI Manado Kritisi Pemberitaan Media Massa

  • Whatsapp
Ikanubun bersama Gesimaking saat memberikan materi dalam pelatihan jurnalistik.

Manado, DetikManado.com – Untuk memberikan pemahaman sekaligus ketrampilan dasar terkait dunia jurnalistik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado St. Thomas Aquinas menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Margasiswa PMKRI Manado, Lorong Kampung Kakas, Kota Manado, Kamis malam (12/03/2020) ini, diikuti 23 anggota PMKRI.

Bacaan Lainnya

Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Manado Rio Luntungan mengatakan, pelatihan jurnalistik ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang dunia jurnalistik. “Melalui kegiatan ini para peserta dapat menimba ilmu jurnalistik sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan para peserta termotivasi. Menjadi seorang jurnalis yang profesional,” kata Luntungan.

Tampil sebagai pemateri dalam pelatihan itu adalah Ketua Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado Yoseph E Ikanubun didampingi salah satu jurnalis senior Simon S Gesimaking.

Puluhan kader PMKRI serius menyimak materi yang disampaikan para pemateri.

Dalam paparannya, Ikanubun yang pernah menjabat Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tondano tahun 2002 – 2004 ini, menguraikan panjang lebar tentang dasar-dasar jurnalistik. Mulai dari pengertian dan sejarah pers, jenis media, berita, hingga etika profesi. “Pekerjaan sebagai wartawan ini dilindungi oleh UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Wartawan bekerja dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik,” tandas Ikanubun yang juga Ahli Pers dari Dewan Pers ini.

Pelatihan ini semakin menarik, ketika Ikanubun dan Gesimaking memberikan contoh disertai sharing pengalaman tentang peliputan dan wawancara dengan narasumber. “Dalam tekhnik wawancara, ada beberapa tips. Yang pasti kita harus menguasai materi yang akan ditanyakan, juga mengenal dengan baik latar belakang nara sumber,” tambah Gesimaking.

Rasa ingin tahu peserta pun cukup besar terhadap pelbagai persoalan terkait tugas jurnalistik. Ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka saat tanya jawab.

Para peserta saling berebutan untuk bertanya dengan beragam pertanyaan, mulai dari cara mewawancarai, menulis berita, meliput daerah konflik hingga bagaimana membedakan berita yang benar dengan hoax atau berita bohong.

Foto bersama peserta dan pemateri usai pelaksanaan pelatihan jurnalistik.

Bahkan ada di antara peserta yang tak segan mengkritisi pemberitaan media yang mengangkat seputar privasi seseirang yang terjerat kasus, seperti kasus prostitusi online Vanessa Angel dan kasus Reynhard Sinaga, predator seksual.“Bagaimana dengan jurnalis yang memberitakan hal-hal yang bersifat privasi seperti kasus Reynhard Sinaga? Harusnya yang diangkat kasusnya bukan privasi dan mewawancarai keluarganya. Apakah itu dibenarkan dari sisi jurnalistik?,” tanya salah satu peserta.

Semua pertanyaan dijawab dengan lugas oleh Ikanubun dan Gesimaking. Para peserta pun terlihat puas dan mengerti setiap penjelasan yang diberikan, meski masih banyak yang ingin bertanya namun dibatasi waktu.

Setelah dibekali materi jurnalistik, para peserta diminta untuk membuat berita tentang kegiatan pelatihan tersebut dan memaparkannya. “Umumnya para peserta mampu menulis sebuah berita dengan cukup baik,” ujar Gesimaking.

Gesimaking dalam pesannya saat penutupan kegiatan mengharapkan, kader PMKRI bisa belajar banyak tentang dunia pers. “Apalagi sejumlah alumni PMKRI merupakan jurnalis handal di Sulawesi Utara, bahkan di level nasional,” pungkas Gesimaking yang mengawali karir jurnalistiknya di tahun 2004 bersama Harian Komentar Manado. (joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *