Tengaran, DetikManado.com — Proses pengerjaan ulang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, menunjukkan terhentinya efisiensi yang signifikan. Pemanfaatan mesin bor tangan dan perkakas portabel terbukti memangkas waktu pemasangan baut pada kusen jendela secara drastis pada Minggu (9/8/2026).
Langkah modernisasi alat kerja ini memutar metode manual yang sebelumnya memakan waktu dan tenaga ekstra. Penggunaan perkakas baterai portabel tidak hanya mempercepat penyelesaian target fisik, tetapi juga menghasilkan kerapian struktur rangka yang jauh lebih presisi dan kokoh.
Anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 menegaskan bahwa modernisasi perkakas ini sangat krusial dalam mengejar pengerjaan tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
“Penggunaan bor portabel ini sangat membantu mobilitas kami di lapangan. Jika dulu pemasangan satu kusen butuh waktu cukup lama karena dilakukan secara manual, kini pengerjaannya bisa selesai hitungan menit dengan hasil yang jauh lebih rapi dan presisi,” ujar salah satu prajurit Satgas TMMD di lokasi pengerjaan.
Kehadiran alat modern ini juga memicu transfer pengetahuan teknis antara prajurit TNI dan warga lokal. Tampak sinergi erat saat warga Desa Cukil bahu-membahu bersama personel Satgas mengoperasikan perangkat tersebut.
Salah seorang warga Desa Cukil yang terlibat dalam gotong royong mengaku sangat terbantu dengan efisiensi teknologi ini.
“Kami belajar banyak dari bapak-bapak TNI. Dengan alat pengerjaan ini jadi terasa lebih ringan, dan kami optimistis rumah warga dapat rampung serta terjadi lebih cepat dari jadwal semula,” ungkapnya.
Melalui kemudahan teknologi dan semangat gotong royong yang solid, program percepatan pembangunan RTLH di Desa Cukil ditargetkan dapat rampung tepat waktu dengan standar kelayakan yang maksimal. (yos)














