Semarang, DetikManado.com – Asa baru kini dirasakan oleh Paidi (65), warga Dusun Banjari RT 02/RW 08, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Rumahnya yang semula jauh dari kata layak, kini tengah disulap menjadi hunian yang aman dan sehat lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga.
Untuk memastikan pengerjaan berjalan presisi dan tepat sasaran, Danramil 12/Banyubiru sekaligus anggota Satgas TMMD, Kapten Inf Ngadiyono, turun langsung mengawasi proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut pada Jumat (24/7/2026).
Di lokasi pengerjaan, Kapten Inf Ngadiyono memantau tiap detail pembangunan sembari membakar semangat personel Satgas TMMD dan warga setempat yang bahu-membahu merenovasi rumah Mbah Paidi. Ia menekankan bahwa standar keselamatan dan kualitas bangunan menjadi prioritas utama.
”Melalui pengawasan yang rutin, kami ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target dengan hasil yang berkualitas sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat penerima bantuan,” tegas Kapten Inf Ngadiyono di sela-sela peninjauan.
Ngadiyono menambahkan, program bedah rumah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kepedulian TNI dalam mendongkrak kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Hunian yang sehat dan aman dinilai menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga.
Suasana gotong royong tampak kental di Dusun Banjari. Warga lokal tanpa ragu berbaur bersama prajurit TNI, mengangkut material hingga memasang dinding rumah. Pemandangan ini mempertegas kembali esensi kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026 di Desa Cukil ini merupakan kolaborasi strategis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain sasaran fisik seperti perbaikan RTLH, TMMD juga mengusung berbagai program nonfisik guna memacu percepatan pembangunan di kawasan Kabupaten Semarang. (yos)















