Semarang, DetikManado.com — Semangat gotong royong terus membara dalam pelaksanaan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Semarang.
Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI bersama warga sekitar bahu-membahu merakit kolom rangka besi yang menjadi penyangga utama pengecoran atap rumah penerima manfaat.
Sejak pagi hari, anggota Satgas dan masyarakat berkumpul di lokasi untuk menyiapkan berbagai material, mulai dari besi tulangan hingga kawat pengikat. Pekerjaan pembuatan struktur penyangga ini dilakukan dengan ketelitian tinggi agar menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan tahan lama sesuai standar konstruksi.
Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM menegaskan bahwa program rehabilitasi ini tidak sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menjadi sarana vital untuk memperkuat kepedulian sosial dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan menjadi kekuatan utama. Melalui gotong royong, pekerjaan yang berat terasa lebih ringan, sekaligus mempererat hubungan antara Satgas dengan masyarakat,” ujar Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM.
Antusiasme warga tampak tinggi sepanjang proses pengerjaan. Selain membantu merakit rangka besi dan mengangkut material, warga juga berswadaya menyediakan konsumsi hingga membersihkan area kerja.Melalui sinergi yang harmonis ini, proses pembangunan RTLH diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga dapat segera ditempati secara layak oleh penerima manfaat.(yos)















