Tahuna, DetikManado.com — Sebanyak 77 kepala desa, 13 lurah, dan 14 camat wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut, pada Senin (30/3/2026), menandatangani Ikrar Kemitraan Pesisir dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar di Tahuna Beach Hotel and Resort.
Kegiatan yang diinisiasi bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Rare Indonesia ini merupakan langkah konkret mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 14 tentang Ekosistem Lautan.
Acara bertajuk “Suara Pesisir, Suara Dunia” ini turut menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah, media, serta lembaga masyarakat sipil seperti Wildlife Conservation Society Indonesia Program dan Burung Indonesia.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari SE MM dalam sambutannya menegaskan bahwa laut adalah sumber kehidupan yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan daerah benar-benar berpihak pada masyarakat pesisir,” ujarnya.
Program PAAP Jangkau Ribuan Hektar Wilayah Laut
Penandatanganan ikrar ini memperkuat program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang telah dijalankan Rare sejak 2023 di 10 kabupaten di Sulawesi Utara, termasuk Sangihe.
Di Kecamatan Tatoareng, program ini mencakup 7 desa dengan luas wilayah kelola 160.850 hektar dan 3.360 hektar Kawasan Larang Ambil (KLA), melibatkan 592 anggota masyarakat.
Di Manganitu Selatan-Mahumu, 9 desa terlibat dengan cakupan 9.504 hektar dan 260 hektar kawasan larang ambil yang melibatkan 129 orang.
Hari Kushardanto, Vice President Rare Indonesia, menyatakan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepemimpinan lokal.
“Melalui jejaring Coastal 500, suara pemimpin lokal dari Sangihe kini bergema di tingkat global,” katanya.
Sangihe Bergabung dalam Jejaring Global Coastal500.
Ikrar kemitraan ini sekaligus memperkuat posisi Sangihe dalam jaringan Coastal500, platform kepemimpinan pesisir global yang digagas Rare.
Hingga kini, lebih dari 300 pemimpin daerah dari delapan negara telah bergabung dalam jejaring tersebut. Coastal500 berfungsi sebagai ruang berbagi praktik terbaik, koordinasi kebijakan, serta memperkuat kontribusi daerah terhadap pencapaian TPB 14 di tingkat regional dan internasional.
Kepala Dinas Perikanan, Muchaerany Labora SPi MSi menekankan bahwa kawasan larang ambil dan keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci menjaga produktivitas laut sekaligus memberikan kepastian ekonomi bagi para nelayan.
Senada dengan itu, Kepala Bappelitbangda Ronald Izaak AP MSi menegaskan bahwa keberlanjutan laut harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap rencana pembangunan daerah.
Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan talkshow interaktif di mana dua kepala desa Muksin Madundang dari Desa Bebalang dan Elengkey Nesar dari Desa Para berbagi tantangan nyata di lapangan sekaligus inovasi yang mereka lakukan untuk mengelola sumber daya pesisir di tingkat desa. (yos)














