Manado, DetikManado.com – Aksi damai dilakukan sejumlah dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada, 20 Mei 2025 silam.
Belakangan, beberapa dosen dari Fakultas MIPA (FMIPA) Unsrat menyampaikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan mereka.
Dekan FMIPA Unsrat Dr Gerald Tamuntuan SSi MSi dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FMIPA Unsrat mendampingi beberapa dosen FMIPA berinisiatif melakukan audensi dengan Rektor Unsrat untuk memberikan klarifikasi berkaitan dengan aksi damai 20 Mei 2025.
Menurut Ir Lalu Wahyudi MP dan beberapa dosen FMIPA yang hadir dalam aksi 20 Mei, keikutsertaan mereka hanya sebatas solidaritas memperjuangkan Tukin For All dan tidak ada maksud merusak nama baik institusi dan pimpinan Unsrat.
“Seharusnya Adaksi Unsrat berperan sebagai partner informal yang mendukung pimpinan Unsrat dalam memajukan Universitas Sam Ratulangi,” ujarnya pada, Selasa (3/6/2025).
Dia bersama sejumlah dosen yang terlibat, mengungkapkan permohonan maaf yang tulus kepada Rektor Unsrat atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang terjadi.
Dalam pertemuan itu, Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian BA Sompie MEng IPU ASEAN Eng menerima dan mendengar penjelasan para dosen tersebut.
Rektor memberikan arahan kepada semua yang hadir pada pertemuan itu, untuk meningkatkan kinerja dan prestasi agar dapat mengakselerasi pencapaian visi dan misi Unsrat.
“Mari tingkatkan kinerja, melalui tugas-tugas yang dipercayakan untuk bersama membangun Unsrat,” ujarnya.
Diketahui, pada 20 Mei 2025 lalu, sejumlah dosen menggelar aksi damai memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan tajuk “Bangkitlah! Tegakkan Keadilan”.
Aksi itu dirancang sebagai ekspresi intelektualitas dan moralitas civitas akademika dalam bingkai konstitusi.
Salah satu isu utama yang akan diangkat dalam aksi tersebut adalah tuntutan terhadap keadilan dalam sistem remunerasi dosen. (yos)
Terkait Aksi Damai 20 Mei 2025, Ini Klarifikasi Dosen FMIPA Unsrat















