Semarang, DetikManado.com – Kehadiran prajurit TNI perempuan atau srikandi memberi warna baru dan menembus batas gender dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026).
Di tengah padatnya aktivitas pembangunan fisik dan deru mesin molen, tiga srikandi TNI tampil di garda terdepan untuk mengawal sasaran nonfisik. Ketiganya aktif memberikan edukasi, mendampingi warga, serta menjalin pendekatan humanis kepada anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia.
Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit perempuan dalam TMMD ini merupakan bukti nyata bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak mengenal batasan gender.
“Kehadiran tiga srikandi di Dusun Gompyong ini adalah bukti nyata bahwa perempuan juga merupakan garda terdepan dalam pengabdian. Mereka tidak hanya menyalurkan edukasi dan bantuan nonfisik, tetapi menjadi wajah humanis TNI yang mampu merangkul warga dengan hangat. Pembangunan desa bukan sekadar urusan semen dan beton, melainkan tentang membangun kedekatan, kepedulian, dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Aksi ketiga prajurit perempuan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Keramahan dan ketulusan mereka membuat warga merasa nyaman berdiskusi serta menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di Desa Cukil.
Melalui dedikasi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan di lapangan, program TMMD Reguler ke-129 tidak hanya sukses mengakselerasi pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga meninggalkan jejak inspiratif bagi generasi muda perempuan di Kabupaten Semarang untuk terus berkarya dan berabdi bagi negeri. (yos)















