Unsrat Tuan Rumah, Penerima Beasiswa ADik dari 4 Kampus Ikut Pelatihan Bela Negara

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsrat, Prof Ir Arthur Pinaria PhD saat memaparkan materi tentang Peluang dan Tantangan Meraih Sukses di Pendidikan Tinggi. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com — Pembinaan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) resmi dibuka di Hotel Mercure Manado pada Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, serta rasa persatuan di tengah keberagaman latar belakang para penerima beasiswa dari seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof Ir Arthur Pinaria PhD menjelaskan bahwa pembekalan ini penting agar siswa tidak hanya sukses secara akademik,tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang kebangsaan.

Pembinaan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) resmi dibuka di Hotel Mercure Manado pada Rabu (28/10/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

“Bela Negara ini penting untuk pembentukan disiplin dan karakter. Perbedaan latar belakang mahasiswa jangan dijadikan pertentangan, tetapi peluang untuk maju bersama. Melalui pembekalan ini, mereka diharapkan memiliki toleransi yang tinggi dan bisa saling menghargai,” ujar Prof. Arthur di lokasi kegiatan.

Selain membentuk jiwa nasionalisme, program pembekalan itu ditujukan untuk memotivasi siswa agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu sesuai target Beasiswa ADik, yaitu maksimal empat tahun atau delapan semester.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Josef Kairupan SIP MIP mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 Oktober 2026, sengaja diposisikan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda.

“Kami mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda karena mereka adalah penerus bangsa. Kami ingin mengingatkan kembali tekad pemuda 1928 agar pelajar memahami dan menjiwai nilai-nilai patriotisme serta nasionalisme,” Josef.

Kegiatan ini diikuti oleh 76 mahasiswa penerima Beasiswa ADik angkatan 2026 (semester 1) dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Sam Ratulangi (39 peserta), Politeknik Negeri Manado (20 peserta), Universitas Negeri Gorontalo (15 peserta), dan Politeknik Negeri Nusa Utara (2 peserta).

Rangkaian materi yang diberikan meliputi strategi kelulusan tepat waktu, kesehatan mental (mental health ), pendidikan politik pemuda, serta isu kebangsaaan dari Badan Intelijen Daerah (Binda) Sulawesi Utara. Adapun materi inti Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan dibawakan langsung oleh Kepala AMN Manado dari Kogabwilhan II, Kolonel Jacobus.

Diketahui, mahasiswa yang mendapat beasiswa ADik terdiri dari mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua, Daerah Khusus atau 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), Repatriasi atau anak pekerja migran yang kembali ke Indonesia, serta luousan Program ADEM atau Afirmasi Pendidikan Menengah. (yos)

 

 

 


Pos terkait