Kotamobagu, DetikManado.com – Pemerintah Kota Kotamobagu menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis UMKM.
Hal ini ditandai dengan audiensi antara Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama 48 pelaku usaha kopi jalanan yang tergabung dalam Asosiasi Kopi Street “Katege Moon”, di ruang kerja wali kota, Kamis (30/04/2026).
Puluhan pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan Lapangan Boki Hontinimbang itu hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem usaha yang lebih tertib, legal, dan profesional.
Ketua Asosiasi Katege Moon, Sehan Ambaru, menegaskan bahwa komunitasnya siap berbenah dan mengikuti arahan pemerintah daerah.
“Kami tidak ingin sekadar berjualan di pinggir jalan. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi, bukan masalah. Karena itu, kami siap mengikuti aturan agar usaha kami lebih tertata dan memiliki legalitas yang jelas,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Weny Gaib menyatakan dukungan penuh terhadap geliat ekonomi kreatif yang digerakkan oleh pelaku UMKM. Namun, ia menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap ketertiban dan kebersihan lingkungan.
“Pemerintah sangat mendukung kreativitas masyarakat. Tapi saya tegaskan, pelaku UMKM juga harus menjadi ‘duta sampah’. Artinya, mereka harus menjadi contoh dalam menjaga kebersihan dan tidak menimbulkan dampak negatif di ruang publik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kotamobagu, Ariono Potabuga, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan wali kota.
“Kami akan memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi seluruh anggota asosiasi serta memberikan pembinaan terkait standar pelayanan dan pengelolaan limbah usaha. Ini penting agar mereka bisa naik kelas,” jelasnya.
Dalam arahannya, wali kota juga mengingatkan agar aktivitas usaha tidak mengganggu lalu lintas, tidak menghalangi akses publik, serta memperhatikan estetika lapak agar memperindah wajah kota, khususnya pada malam hari.
Penataan 48 titik usaha kopi street di kawasan Lapangan Boki Hontinimbang diharapkan mampu menjadi daya tarik baru sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. Selain itu, kehadiran Kopi Street juga diyakini dapat memberikan efek berganda, mulai dari meningkatnya permintaan biji kopi petani lokal hingga tumbuhnya usaha pendukung lainnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, guna mewujudkan Kotamobagu sebagai kota yang maju, bersih, dan berdaya saing di sektor ekonomi kreatif.
(Dayat)















