Begini Tanggapan WALHI Soal PETI dan Peredaran Sianida di Sulut

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Sulut Theo Runtuwene.

Manado – Aktifitas pertambangan selalu memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Terlebih khusus ketika aktifitas tersebut dilakukan secara liar atau tanpa izin.

Ditambah lagi dengan penggunaan zat berbahaya seperti Sianida yang dapat mencemarkan lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulut Theo Runtuwene menuturkan bahwa aktivitas Pertambangan Tanpa Izin ( PETI) harus di proses secara hukum seperti yang diatur didalam sebuah regulasi.

“Namun yang terjadi di lapangan tidak seperti itu karena terus berulang seperti ditertibkan tetapi kemudian terjadi aktivitas lagi yang seharusnya harus ada solusi akan hal ini,” beber Theo, Jumat (15/10/2021).

Lanjut dia, WALHI akan selalu menolak aktifitas pengrusakan dan pencemaran lingkungan yakni pertambangan. Untuk itu pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan penertiban sesuai dengan regulasi yang ada terutama yang berkaitan dengan perizinan.

Komentar Facebook