Tengaran, DetikManado.com — Terik matahari menyengat tak menyurutkan ritme langkah puluhan prajurit TNI AD dan TNI AL di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Meski sepatu bot yang mereka kenakan penuh debu dan lumpur, derap langkah itu terus menapaki jalanan terjal demi menuntaskan pembangunan infrastruktur desa bersama warga setempat.
Pemandangan penuh keakraban itu terpancar jelas dalam aksi gotong royong pengerjaan fasilitas fisik desa. Para prajurit lintas matra bersama masyarakat saling bahu-membahu mengangkut material, memecah batu, hingga meratakan jalan yang selama ini sulit dilalui kendaraan. Debu yang menempel di alas kaki mereka justru menjadi simbol nyata dari dedikasi yang tak kenal lelah.
Salah satu anggota Satuan Tugas (Satgas) menegaskan bahwa kondisi medan yang berat tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Sepatu bot boleh penuh debu dan kotor, tetapi langkah pengabdian kami untuk negeri dan masyarakat tidak akan pernah berhenti,” tegasnya di sela-sela pengerjaan jalan.
Kegiatan fisik yang melibatkan sinergi manunggal ini merupakan bagian dari rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0714/Salatiga. Program yang berfokus pada percepatan pembangunan daerah terisolasi dan peningkatan kesejahteraan warga ini resmi dibuka pada Rabu (15/7/2026) di Desa Cukil.
Upacara pembukaan TMMD Reguler ke-129 tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho SIP MM bersama Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH. Kehadiran para pimpinan daerah dan komando kewilayahan ini menegaskan komitmen bersama antara pimpinan daerah dan institusi TNI dalam membangun kemandirian desa serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.(yos)















