Diduga Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Tabukan Tengah Nekat Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri. (foto : Istimewa)

TAHUNA, DetikManado.com – Alci Mantiaha (55), warga Kampung Biru, Tabukan Tengah, Kabupaten Sangihe, ditemukan gantung diri di dalam rumahnya, Minggu (10/03/2019) pagi.

Korban pertama kali ditemukan oleh cucunya, Razid Mantiaha, sekitar pukul 03.30 wita, dimana pada saat Razid hendak mengecek kondisi Alci yang juga neneknya yang belakangan mengeluh sakit.

Razid yang disuru ayahnya Erwin Mantiaha tesebut, memanggil korban di depan pintu rumah, karena tidak ada jawaban akhirnya saksi membuka pintu depan rumah.

Disitulah remaja ini melihat tubuh sang nenek telah tergantung pada sehelai kain yang terikat di balok atap ruang tengah.

Melihat hal tersebut, Razid pun langsung memberitahu kepada Kapitalaung (Kepala Desa) setempat, Ikram Makadolang, dan selanjutnya Kepala Desa meneruskan informasi ini kepada anak korban.

Menurut anak korban, Erwin, yang tiba sesaat kemudian, menuturkan, “beberapa hari terakhir ini ibunya mengeluh sakit, dan berat badannya semakin menurun. Menurut dokter, ibunya menderita sakit diabetes dan hipertensi,” jelas Erwin.

Mendengar informasi tersebut, personel Polsek Tabukan Tengah langsung turun ke lokasi langsung melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kasubbag Humas Polres Kepulauan Sangihe, Iptu Jacob Sedu, kepada media, mengatakan pihak keluarga menolak otopsi terhadap korban dengan membuat surat pernyataan.

“Dugaan sementara, korban putus asa karena sakitnya tak kunjung sembuh, lalu bunuh diri. Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas Jacob. (*/red)

Saksi langsung keluar rumah dan memberitahukan hal ini kepada Kapitalaung (Kepala Desa), Ikram Makadolang, yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Ikram lalu meminta seorang warga untuk memberitahukan kejadian ini kepada Erwin, yang tinggal di kampung sebelah.

Erwin yang tiba sesaat kemudian, menuturkan, beberapa hari terakhir ini ibunya mengeluh sakit, dan berat badannya semakin menurun. Menurut dokter, ibunya menderita sakit diabetes dan hipertensi.

Erwin bersama warga sekitar kemudian menurunkan jenazah korban dari kain yang melilit lehernya. Tak berselang lama, personel Polsek Tabukan Tengah tiba, lalu melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Erwin menambahkan, sejak tahun lalu sang ibu tinggal bersama di rumahnya, di Kampung Timbelang, namun beberapa waktu terakhir ini tinggal di rumahnya sendiri. Jenazah korban lalu dibawa ke Puskesmas Kuma untuk pemeriksaan luar.

Kasubbag Humas Polres Kepulauan Sangihe, Iptu Jacob Sedu mengatakan, pihak keluarga menolak otopsi yang dinyatakan melalui surat pernyataan. “Dugaan sementara, korban putus asa karena sakitnya tak kunjung sembuh, lalu bunuh diri. Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Komentar Facebook