Forever Ocean Perusahaan Swasta Pertama di Sulut yang Menjalani Rapid Test

  • Whatsapp
Karyawan Forever Ocean menjalani Rapid Test untuk pencegahan dan pemetaan Covid-19.

Manado, DetikManado.com – Forever Ocean perusahaan eksportir budidaya ikan lepas pantai melakukan Rapid Test kepada seluruh staf bersama vendor mereka guna mendukung pemerintah dalam melakukan pemetaan dan penjaringan virus Covid-19 ini.

Presiden direktur Forever Ocean Oscar Garay kepada DetikManado.com, Senin (27/04/2020) menjelaskan, pihaknya sangat peduli dengan stafnya karena mereka adalah perusahaan yang peduli dan juga bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Kepedulian itu bukan hanya sebatas berbicara, tetapi melakukan tindakan yang salah satunya adalah dengan melakukan Rapid Test.

 “Awalnya kami akan impor untuk melakukan tes Covid-19, tetapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya kami menggunakan laboratorium lokal yaitu dari Laboratorium Kimia Farma,” ujar Garay.

Selain menjalani Rapid Test, menurut Garay, Forever Ocean juga melakukan tindakan pencegahan Covid-19 lainnya. Jika ada staf yang kesehatannya terganggu, pihaknya mendorong untuk bekerja dari rumah serta mengikuti anjuran dari pemerintah. Juga protokol seperti penggunaan masker, mencuci tangan, penyemprotan desinfektan, menyediakan hand sanitizer serta pengukur temperatur suhu tubuh.

“Saya sangat bangga karena kami adalah perusahaan pertama di sulut yang melakukan Rapid Test ini,” jelas Garay.

Terkait dengan dengan dampak pandemi Covid-19 yang terjadi Indonesia terhadap perusahaan mereka, Garay mengatakan, kasus pandemi ini tidak berpengaruh dan masih stabil. Karena perusahaan belum beroperasi secara penuh. Perusahaan baru masih pada tahap pengurusan ijin, dan untuk konstruksi bangunannya saja masih dalam tahap membangun.

“Di perusahaan ini kami mempekerjakan masyarakat lokal, terutama masyarakat di sekitar perusahaan. Tetapi ada juga beberapa pekerja asing yang memiliki keahlian yang tidak ada di Indonesia,” beber Garay.

Terkait dengan situasi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia ini, dia mengatakan agak sulit dijelaskan tetapi dengan pengalamannya di bidang Biologi yang namanya suatu penyakit atau virus pasti ada kurvanya tidak bisa diketahui kapan berakhir.

“Semoga kurvanya bisa turun dan vaksinnya bisa ditemukan, sehingga kita semua bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” pungkas Garay. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *