Manado, DetikManado.com — Penyelenggaraan kompetisi Liga IV musim 2026–2027 secara resmi ditunda oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat. Keputusan ini diambil untuk mematangkan format baru yang menitikberatkan pada perbaikan tata kelola serta profesionalisme manajemen klub di seluruh Indonesia.
Plt Direktur Kompetisi (Dirkom) PSSI Sulawesi Utara, Dr Fiko Onga SIP MSi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat keputusan penundaan dari PSSI Pusat yang ditandatangani oleh Sekjen Yunus Nusi pada 26 Oktober lalu. Semestinya, kompetisi tingkat provinsi ini sudah bergulir sejak September hingga November 2026.
“Pada tanggal 26 Oktober, kami mendapatkan surat dari PSSI Pusat yang ditandatangani oleh Pak Sekjen, dalam hal ini Bapak Yunus Nusi, berkaitan dengan penyelenggaraan Liga 4 yang secara keseluruhan telah ditunda,” ujar Fiko saat ditemui di Sekretariat PSSI Sulut, Kompleks Ruko Marina Plaza, Kota Manado, pada Kamis (5/11/2026).
Fiko mengungkapkan, penundaan ini didasari oleh alasan teknis di mana PSSI Pusat sedang merancang format anyar agar kompetisi tidak sekadar berjalan tanpa kesiapan klub yang matang. PSSI Sulut merasa perlu menyampaikan informasi ini mengingat tingginya antusiasme serta pertanyaan dari para pencinta sepak bola di daerah.
“Karena sudah mau menutup tahun 2026, kami merasa berkepentingan untuk menyampaikan kepada seluruh pecinta sepak bola Sulawesi Utara bahwa Liga 4 akan diselenggarakan nantinya di tahun 2027 sambil kami tetap menunggu instruksi dan format terbaru dari PSSI Pusat,” kata Fiko.
Lebih lanjut, ia memberikan sedikit bocoran mengenai fokus format baru yang tengah disiapkan oleh PSSI Pusat. Format tersebut dirancang untuk mencegah klub-klub mengalami mati suri setelah kompetisi berakhir akibat buruknya persiapan infrastruktur maupun suprastruktur.
“Yang pertama, bagaimana sistem manajemen keuangan klub agar supaya klub ini harus ditata secara profesional, Liga 4 itu tidak hanya saja tiba saat tiba akal, tiba kalender kompetisinya datang langsung dipertandingkan tanpa kemudian kita mempersiapkan infrastruktur maupun suprastruktur klub yang akhirnya setelah kompetisi klub ini mati suri,” jelasnya.
Selain aspek finansial, format baru ini juga akan memperketat verifikasi tata kelola organisasi klub. Hal tersebut mencakup pembenahan sistem administrasi agar tidak ada lagi klub yang mendadak mengurus kepindahan pemain menjelang hari pertandingan.
“Poin yang kedua, terkait dengan format yang lagi disiapkan, Liga 4 ini bagaimana betul-betul nantinya dari sisi manajemen tata kelola organisasi klub ini itu bisa diverifikasi. Ketika diverifikasi ini, kita tidak lagi nanti sudah tiba saatnya baru sistem transfernya dibuka pada saat besok sudah mau main,” tambahnya.
PSSI Sulut menegaskan akan patuh sepenuhnya terhadap petunjuk teknis (juknis) terbaru yang akan diterbitkan oleh PSSI Pusat. Setelah juknis tersebut resmi turun, pihaknya akan segera mengumumkannya kepada seluruh klub peserta untuk mulai menggulirkan Liga IV zona Sulawesi Utara. (yos)













