Semarang, DetikManado.com — Limbah rumah tangga yang sering dianggap masalah kini dibidik menjadi peluang ekonomi baru bagi warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran.
Melalui sosialisasi penerapan konsep 3R ( Reduce, Reuse, Recycle ) dan pengelolaan bank sampah, para ibu rumah tangga setempat mengajar mengolah sampah dapur dan kemasan bekas menjadi barang bernilai jual.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Cukil ini diinisiasi oleh Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang, serta didukung oleh kader PKK dan mahasiswa UNNES Giat 16.
Fokus utama pelatihan ini adalah tekanan pada teknik pemilahan limbah keluarga hingga kreasi daur ulang praktis. Salah satu praktik yang paling diminati peserta adalah menyulap botol plastik bekas menjadi pot tanaman hias—solusi tepat untuk mempercantik pekarangan di lahan terbatas sekaligus menekan volume limbah plastik.
DLH Kabupaten Semarang menargetkan keahlian ini tidak berhenti sebagai teori belaka, melainkan berkembang menjadi usaha produktif skala rumah tangga yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang sesi pelatihan. Sutinah (47), salah satu peserta asal Dusun Banjari, mengaku mendapat sudut pandang baru dalam mengamati sampah di rumahnya.
“Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Ternyata sampah yang selama ini dibuang begitu saja bisa diolah jadi barang berguna dan punya nilai jual. Ini sangat membantu untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Sutinah pada, Rani (29/7/2026).
Melalui program ini, Desa Cukil diharapkan tidak hanya menjadi bersih dan sehat, namun juga lahir sebagai kawasan mandiri yang terampil mengelola limbah menjadi sumber pendapatan baru. (yos)














