Kotamobagu, DetikManado.com – Pemerintah Kota Kotamobagu memperkuat koordinasi dengan seluruh pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU serta isu terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama pengelola SPBU se-Kota Kotamobagu, Kamis (03/09/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu itu dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo.
Noval mengatakan, rapat koordinasi tersebut bertujuan memastikan penyaluran BBM tetap berjalan dengan baik, sekaligus membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
“Pada rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa penyaluran BBM tetap berjalan dengan baik, sekaligus juga membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dan mengurai antrean yang terjadi. Kami meminta kepada para pengelola SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan kebutuhan BBM tetap dapat terpenuhi,” ujar Noval.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan sebagai dampak dari informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh isu yang beredar dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan,” katanya.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola SPBU, aparat keamanan, dan instansi terkait diperlukan untuk menjaga kelancaran pelayanan serta memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Melky Mokoginta, perwakilan Polres Kotamobagu, perwakilan Kodim 1303 Bolaang Mongondow, serta sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. (Dayat)














