Kronologi Empat Pendaki Tersesat di Gunung Lokon Tomohon

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh survivor dalam kondisi selamat pada Minggu (2/8/2026) dini hari.

Tomohon, DetikManado.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap empat pemuda yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, membuahkan hasil manis. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh survivor dalam kondisi selamat pada Minggu (2/8/2026) dini hari.

Keempat pendaki yang berhasil diselamatkan tersebut masing-masing bernama Luis (21), Rainford (19), Julio (21), dan Valerio (20). Proses evakuasi tersebut melibatkan sinergi dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polsek Kinilow, PMI Tomohon, RAPI Tomohon, sejumlah Kelompok Pencinta Alam (KPA), hingga pihak keluarga korban.

Bacaan Lainnya

Kepala Basarnas Sulawesi Utara George Mercy Randang SIP MAP mengungkapkan bahwa laporan darurat pertama kali diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado pada Sabtu (1/8/2026) pukul 22.16 Wita. Menindaklanjuti laporan dari pelapor bernama Julio, tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian 20 menit setelah laporan diterima.

“Tim Rescue tiba di kaki Gunung Lokon sekitar pukul 02.00 Wita dan langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Kinilow serta pihak keluarga. Setelah penyusunan strategi dan briefing operasi, tim gabungan langsung bergerak menyisir kawasan puncak,” ujar George Mercy Randang SIP MAP dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Pencarian yang dilakukan di tengah kegelapan malam tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pukul 04.05 Wita. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh survivor di area Puncak Gunung Lokon dalam keadaan selamat. Para pendaki kemudian dievakuasi turun menuju Posko SAR dan tiba pukul 06.30 Wita untuk menjalani pemeriksaan kesehatan awal sebelum diserahkan kembali kepada keluarga.

Pasca-insiden tersebut, pihak Basarnas mengingatkan para pecinta alam untuk tidak mengabaikan prosedur keselamatan saat melakukan aktivitas pendakian gunung.

“Kami mengimbau seluruh pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan dengan mempersiapkan perlengkapan yang memadai, tidak memaksakan pendakian saat cuaca buruk, serta memperhatikan status aktivitas gunung sebelum mendaki,” tegas George Mercy Randang SIP MAP.

Selain mengimbau para pendaki, dia juga meminta masyarakat pesisir serta nelayan untuk terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara, sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan. Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. (yos)


Pos terkait