Manado, DetikManado.com – Event Sulut Chess Open 2026 memperebutkan Piala Gubernur Sulut dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulut Tahun 2026 resmi berakhir dengan melahirkan sejumlah juara dari kategori senior dan junior U-17, pada Selasa (15/9/2026).
Turnamen catur ini diikuti banyak 325 atlet tercatat ambil bagian, dengan peserta berasal dari berbagai daerah di Sulut maupun luar daerah.
Pada kategori senior, pecatur asal Makassar, Sulawesi Selatan, Fatik, berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Amrafel Tendean dari Kota Serang, Banten, sementara Juara 3 ditempati pecatur asal Kota Manado, Sulawesi Utara, Stenly Rottie.
Sementara itu, pada kategori Junior U-17, Briliant Robot dari Kota Manado tampil sebagai Juara 1. Juara 2 diraih Drey Kantohe dari Kabupaten Minahasa Utara, sedangkan Juara 3 diraih Yosia Rabaelun.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulut, Audy Pangemanan, mengapresiasi tingginya animo peserta dalam kejuaraan tersebut.
“Animo para atlet luar biasa. Tercatat 325 atlet yang bertarung di Sulut Chess Open Turnamen 2026, Piala Gubernur ini,” ujar Audy.
Menurut Audy, peserta tidak hanya berasal dari 15 kabupaten/kota di Sulut, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di luar Sulut.
“Bukan cuma 325 atlet yang mewakili daerah dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara, termasuk juga ada yang dari Banten, ada yang dari Tobelo, ada yang dari Makassar, ada yang dari Palu,” katanya.
Audy menilai tingginya partisipasi menunjukkan olahraga semakin diminati masyarakat. Ia pun mendorong agar event olahraga serupa diperbanyak untuk meningkatkan kemampuan atlet sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi baru.
“Berikut kita akan perbanyak lagi event-event seperti ini untuk mengasah skill dan mendatangkan prestasi ke depan,” ujarnya.
Ketua Percasi Sulut Apriano Ade Saerang melalui Sekretaris Percasi Suut, Vicky Tenda mengatakan pelaksanaan Sulut Chess Open 2026 berjalan sukses dengan jumlah peserta yang cukup besar.
Menurutnya, peserta berasal dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara serta sejumlah daerah lain, seperti Gorontalo, Banten, Tobelo, dan Maluku Utara.
Turnamen yang memperebutkan Piala Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus tersebut mendapat antusiasme peserta sejak hari pertama hingga pertandingan berakhir.
“Memperebutkan Piala Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dengan antusias dan animonya sangat luar biasa. Mereka dari kemarin dan hari ini tetap standby mengikuti babak per babak hingga selesai penyerahan hadiah,” kata Vicky.
Dia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Utara, khususnya Kadispora Audy Pangemanan, terhadap perkembangan olahraga, terutama cabang olahraga catur.
“Semua juga bantuan dan peran daripada Dinas Pemuda dan Olahraga, dalam hal ini Kadispora Audy Pangemanan yang sangat menyukai dan berkomitmen untuk memajukan olahraga di Sulawesi Utara, utamanya catur,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen tersebut terlihat dari kehadiran Audy di tengah peserta selama pelaksanaan kejuaraan.
“Sudah terbukti beliau dengan arahan dari Gubernur, selalu ada di tengah-tengah peserta catur yang sudah berlangsung dari kemarin hingga hari ini,” tambahnya.
Percasi Sulawesi Utara berharap Sulut Chess Open 2026 menjadi salah satu momentum untuk melahirkan generasi baru pecatur Sulut yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional.
“Harapan dari Percasi Sulawesi Utara, lahir generasi-generasi catur yang bisa mengharumkan nama daerah baik tingkat nasional maupun internasional,” tutur Vicky.
Percasi Sulut juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus atas perhatian dan dukungan terhadap para atlet catur.
“Percasi Sulawesi Utara berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang penuh ketulusan, selalu bersama insan catur di Sulut,” pungkas Vicky Tenda. (yos)














