Minahasa Jadi Daerah Pertama yang Punya FKUB di 25 Kecamatan

Prosesi pengukuhan FKUB dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, di Hotel Yama, Tondano, Selasa (28/7/2026).

Tondano, DetikManado.com — Kabupaten Minahasa kembali mengukir sejarah dalam tata kelola kerukunan beragama di Tanah Air. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) secara serentak di 25 kecamatan, menjadikannya sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang menghadirkan kelembagaan FKUB hingga ke tingkat akar rumput.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, di Hotel Yama, Tondano, Selasa (28/7/2026). Langkah terobosan ini dilakukan guna memastikan deteksi dini, dialog lintas agama, serta penanganan potensi konflik dapat diselesaikan dengan cepat di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Langkah visioner Pemkab Minahasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kemenag RI, Muhammad Adib Abdushomad, menilai inovasi ini layak menjadi percontohan nasional (pilot project) bagi daerah lain di Indonesia.

“Ini merupakan langkah yang luar biasa. Minahasa menunjukkan komitmen nyata dalam merawat kerukunan umat beragama hingga ke akar rumput. Saya melihat ini sangat layak menjadi contoh nasional sekaligus pilot project yang dapat direplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Indonesia,” ujar Adib di sela-sela kunjungan kerjanya di Tondano.

Tak hanya mengukuhkan secara kelembagaan, Pemkab Minahasa juga memberikan komitmen penuh melalui dukungan anggaran daerah. Menurut Adib, keberpihakan anggaran menjadi modal penting agar FKUB kecamatan dapat mengoptimalkan fungsi edukasi, dialog, hingga mediasi secara berkelanjutan.

Sinergi kuat antara Pemkab Minahasa dan Kemenag juga ditegaskan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulut, H. Basri Saenong—yang hadir mewakili Kakanwil H. Ulyas Taha—menyampaikan bahwa keberadaan FKUB kecamatan adalah wujud nyata dari penguatan moderasi beragama di daerah.

“Dukungan ini menjadi energi bagi seluruh pengurus untuk terus menghadirkan program-program yang memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat,” kata Basri.

Kepada para pengurus yang baru dilantik, Basri berpesan agar mereka tidak sekedar menjalankan roda organisasi, melainkan aktif menjadi jembatan dialog dan perekat keberagaman di wilayah masing-masing.

“Jadilah pelopor kerukunan di wilayah masing-masing. Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Hadirkan FKUB sebagai rumah bersama yang mampu merangkul setiap perbedaan,” tegasnya.

Melalui pengukuhan serentak di 25 kecamatan ini, Kabupaten Minahasa mempertegas posisinya sebagai pionir dalam merawat toleransi—membuktikan bahwa kerukunan bukan sekedar slogan, melainkan tindakan nyata yang terstruktur hingga ke tingkat kecamatan. (yos)


Pos terkait