Tondano, DetikManado.com — Sebuah momentum penting dalam perjalanan SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano di mana pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Sekolah sukses dilaksanakan pada, Rabu (26/8/2026).
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan ini menandai peralihan kepemimpinan sekaligus refleksi atas dedikasi panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Rangkaian acara ditandai dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Elke Fransisca SPd MSi selaku Kepala SMA Katolik St Rosa de Lima Tondano. Doa tersebut menjadi landasan spiritual suksesnya acara tersebut, sekaligus mengingatkan seluruh hadirin bahwa kepemimpinan pendidikan bukan hanya tanggung jawab administratif, melainkan pelayanan yang berorientasi pada pengembangan manusia.
Prosesi pelantikan Kepala Sekolah dipimpin oleh Frater Herman Mandagi, CMM, selaku Sekretaris Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado yang secara resmi melantik pejabat baru untuk meneruskan estafet kepemimpinan di SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano.
Apresiasi untuk 21 Tahun dedikasi
Kristiani M Paat SPd MSi. Kepala sekolah sebelumnya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua elemen yang telah menemani perjalanan pengabdiannya selama menjabat sebagai kepala sekolah.
Secara Khusus dia menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado yang telah mempercayainya, Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa yang banyak membantu baik secara administrasi maupun bantuan Dana BOS, para guru dan tenaga kependidikan.
“Terima kasih untuk Komite Sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan dan pengembangan sekolah,” ujarnya.
Pengabdian selama 21 tahun sebagai Kepala Sekolah menjadi torehan emas dalam sejarah SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano. Pasang surut kepemimpinan mampu dia lewati bahkan menjaga Eksistensi Lembaga yang begitu dicintainya.
Kepemimpinan Modern: Komunikasi dan Kolaborasi sebagai Energi
Sementara itu, Kepala Sekolah yang baru, bapak Marsellino Laiyan SPd MPd Gr dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya merajut komunikasi yang terbuka dan kolaborasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Pandangannya sekolah tidak akan dapat berkembang atau maju jika beroperasi secara independen.
“Penting adanya sinergi yang lebih kuat antara yayasan, Dinas Pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, serta Komite Sekolah,” tutur Laiyan.
Dia mengatakan, kobaran semangat bertujuan untuk menciptakan praktik-praktik baik (best practices) yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, pembentukan karakter siswa, serta kemajuan sekolah secara berkelanjutan.
“Ini menempatkan sekolah sebagai sebuah komunitas pembelajar yang terus bertumbuh melalui dialog, kerja sama, refleksi, dan inovasi,” tuturnya.
Bekerja Beralaskan Cinta
Nuansa pelayanan semakin kuat dalam sambutan Pastor Stevanus M Kojogian, yang hadir sebagai perwakilan Yayasan. Dalam pesannya, ia menegaskan sebuah prinsip sederhana namun mendalam: bekerja beralaskan cinta.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas di dunia pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik dan administrasi, tetapi juga menyangkut pelayanan terhadap murid, pendampingan para guru, serta pembangunan komunitas sekolah yang manusiawi dan berkarakter.
“Bekerja dengan cinta berarti menunaikan tugas dengan ketulusan, tanggung jawab, kepedulian, dan keyakinan dan keterikatan kuat untuk memajukan murid dan sekolah tanpa ragu,” ujarnya.

Dinas Pendidikan: Terima Kasih dan Selamat Bergabung
Mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Fice Rompis MPd menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat baru dan berharap kehadiran pemimpin baru dapat memberikan energi serta semangat baru bagi perkembangan SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano.
“Pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat kerja sama antara sekolah dan berbagai pemangku kepentingan,” tuturnya.
Menutup dengan Syukur dan Harapan
Rangkaian sambutan tersebut diakhiri oleh Frater Herman Mandagi, CMM yang menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado. Lewat penyampaiannya, Frater Herman mengutarakan apresiasi dan rasa syukur atas dedikasi Ibu Kristiani M Paat SPd MSi yang telah menunaikan tugas sebagai Kepala Sekolah selama 21 tahun..
“Dedikasi tersebut menjadi bagian berharga dalam perjalanan SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano dan patut dikenang sebagai sebuah warisan pelayanan,” ujar Frater Herman.
Kepada Laiyan, Frater Herman menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat pelayanan, kerja sama, dan komitmen untuk memajukan sekolah.
Estafet yang Bukan Sekadar Pergantian
Pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Sekolah SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano terbukti tidak melulu menjadi hajatan seremonial pergantian kepemimpinan. Momentum tersebut sejatinya menggambarkan kontinuitas kepemimpinan serta proses kaderisasi dalam ranah edukasi.
“Dari 21 tahun pengabdian Ibu Kristiani M. Paat hingga kepemimpinan baru Pak Laiyan, terdapat satu benang merah yang tetap terjaga: pendidikan sebagai pelayanan,” ujarnya.
Dengan komunikasi yang kuat, kolaborasi yang sehat, praktik-praktik baik yang terus dikembangkan, serta semangat “bekerja beralaskan cinta”, SMP Katolik St. Rosa de Lima Tondano diharapkan terus bertumbuh menjadi komunitas pendidikan yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitasnya. (yos)













