Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Ubah Ratusan Kilo Lim

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar berinovasi mengolah limbah non-B3 berupa plastik segel tangki menjadi barang bernilai guna dan ekonomis, mulai dari tempat sampah hingga furnitur.

Makassar, DetikManado.com — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar berinovasi mengolah limbah non-B3 berupa plastik segel tangki menjadi barang bernilai guna dan ekonomis, mulai dari tempat sampah hingga furnitur. Langkah ini hadir sebagai solusi nyata mengurai persoalan sampah perkotaan di tengah kondisi penutupan TPA Antang, Makassar.

Dalam operasionalnya, Pertamina IT Makassar menghasilkan sekitar 143,5 kilogram limbah plastik segel tangki setiap bulan. Untuk mengolah limbah dalam jumlah besar tersebut, Pertamina menggandeng kelompok pemuda peduli lingkungan, seperti Bio Urban dan Payabo.Id, serta warga Kelurahan Tamalabba.

Bacaan Lainnya

Proses pengolahan diawali dengan pengumpulan dan pencacahan ribuan plastik segel, hingga akhirnya dicetak menjadi produk baru. Hasil awal inovasi ini berupa tempat sampah berdesain kuning-biru yang kini telah disebar di titik-titik strategis Kelurahan Tamalabba, area Kodaeral VI, serta di dalam lingkungan operasional IT Makassar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan bahwa inovasi ini membuktikan limbah industri tetap bisa mendatangkan manfaat sosial dan ekonomi jika dikelola melalui kolaborasi yang tepat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Dengan inovasi dan kolaborasi bersama masyarakat, limbah plastik segel ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi, nilai estetika, sekaligus memberikan manfaat ekonomi,” ujar Lilik dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Lilik menambahkan, pelibatan aktif generasi muda dan masyarakat sekitar menjadi kunci penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan.

“Kolaborasi dengan Bio Urban, Payabo.Id, dan masyarakat Kelurahan Tamalabba menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada produk yang dihasilkan, tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.

Inisiatif pengolahan limbah mandiri ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Ke depan, Pertamina IT Makassar berkomitmen untuk terus memperluas skala kolaborasi pengelolaan limbah non-B3 guna menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah operasionalnya.(yos)


Pos terkait