Makassar, DetikManado.com — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah guna menjamin ketersediaan serta kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak dan LPG di seluruh wilayah Sulawesi. Tim khusus ini mulai beroperasi sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 untuk mengawal keandalan pasokan energi masyarakat selama masa libur keagamaan.
Langkah krusial ini diambil guna mengantisipasi lonjakan konsumsi energi seiring tingginya mobilitas warga pada arus mudik dan balik. Berdasarkan proyeksi internal, puncak arus mudik gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14 Maret 2026, disusul puncaknya yang kedua pada 19 hingga 20 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan berlangsung serentak pada 29 Maret 2026.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar menegaskan bahwa pembentukan satgas ini merupakan bentuk komitmen pelayanan maksimal perusahaan kepada masyarakat. Pihaknya telah menyusun skenario penguatan operasional dari hulu ke hilir untuk memastikan tidak ada kelangkaan di lapangan.
“Melalui Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 ini, kami memastikan kesiapan operasional, mulai dari infrastruktur, stok BBM dan LPG, hingga layanan di SPBU agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Kami juga terus memperkuat komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat terkait layanan dan produk Pertamina,” ujar Deny Sukendar.
Selain fokus pada keterjaminan stok BBM dan LPG, Satgas Pertamina juga bertugas memantau kualitas produk serta responsivitas layanan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum. Koordinasi lintas fungsi ditingkatkan secara intensif untuk menangkal berbagai kendala operasional maupun isu liar yang berkembang di tengah masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini atau menyampaikan keluhan, layanan Pertamina Contact Center 135 disiagakan penuh selama 24 jam. (yos)















