Minahasa Utara, DetikManado.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kepulauan Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, akhirnya berhasil dipadamkan berkat aksi cepat gotong royong warga setempat bersama pemerintah daerah.
Meski kobaran api sempat mendekati kawasan pemukiman dan memaksa salah satu sekolah meliburkan sepanjang aktivitas belajar-mengajar, tidak ada warga yang dievakuasi.
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara terus menyisir lokasi untuk menyatukan situasi secara langsung. Menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) yang dikerahkan oleh ABK KN Sar Bima Sena, pemantauan ketat dilakukan demi memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap aman pasca-kejadian.
“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Pemerintah Kecamatan Likupang Timur serta Pemerintah Desa Ehe, Libas, dan Kahuku, api berhasil dipadamkan pada Kamis malam dan tidak sampai menjalar ke organisasi,” ungkap Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang pada, Jumat (28/8/2026).
Kendati situasi telah terkendali dan masyarakat tidak memerlukan proses evakuasi, potensi bahaya susulan tetap menjadi perhatian serius mengingat kondisi cuaca kering yang masih melanda wilayah tersebut.
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang meminta seluruh warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menghindari memicu potensi kebakaran baru.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, khususnya dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila terjadi kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tegas George.
Hingga saat ini, Basarnas Sulut terus menyiagakan personel dan berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah serta unsur SAR terkait, siap memberikan dukungan maupun penanganan darurat kapanpun dibutuhkan. (yos)















