Semarang, DetikManado.com – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga tidak hanya fokus memperbaiki pembangunan infrastruktur fisik di Desa Cukil, Kecamatan Suruh.
Di penghujung program, prajurit TNI bersama warga Dusun Gompyong bergotong royong mempercantik Watu Lumpang, batu bersejarah bersejarah yang menjadi ikon kearifan setempat setempat.
Pengecatan dan pembersihan Watu Lumpang dilakukan agar situs budaya tersebut tampak lebih menonjol, terawat, dan terlindungi tanpa mengubah bentuk aslinya. Kini, batu bersejarah tersebut berdiri anggun di tepi jalan utama desa yang baru saja usai dibeton dan diperhalus oleh tim Satgas TMMD.
Komandan Kodim 0714/Salatiga sekaligus Dansatgas TMMD Reguler ke-129, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh menyimpan nilai-nilai sejarah dan identitas lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Pembangunan fisik seperti akses jalan memang vital bagi roda ekonomi, tetapi merawat identitas dan kearifan warga lokal adalah hal yang tak kalah penting. Kami ingin memastikan bahwa modernisasi infrastruktur berjalan selaras dengan pelestarian warisan leluhur di Desa Cukil,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho pada Rabu (12/8/2026).
Aksi kepedulian ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Dusun Gompyong mengungkapkan rasa terima kasihnya karena peninggalan sejarah di desanya kini tampil lebih bersih dan terhormat. Menurutnya, kehadiran TNI tidak hanya membawa fasilitas kemajuan, tetapi juga memperkuat rasa bangga warga terhadap sejarah desanya sendiri.
Langkah ini menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dan rakyat: memajukan desa melalui pembangun fisik, sekaligus menjaga akar budaya demi kesejahteraan dan jati diri masyarakat Desa Cukil. (yos)















