DetikManado.com, Manado – Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado kembali meluluskan sumber daya manusia siap pakai dalam upacara wisuda yang digelar di Hotel The Sentra Manado, Selasa (21/7/2026) pagi. Dalam wisuda kali ini, sebanyak 28 wisudawan secara resmi dilepas untuk mengabdikan keilmuannya bagi masyarakat dan bangsa.
Rektor Unika De La Salle Manado, Dr Gregorius Hertanto Dwi Wibowo SS MTh menekankan bahwa para lulusan tidak boleh hanya mengandalkan gelar akademik, melainkan harus memiliki tiga pilar utama (3S) dalam menghadapi era global.
“Kalian tidak cukup hanya dengan ilmu yang kalian miliki untuk menghadapi dunia,” papar Gregorius Hertanto Dwi Wibowo.
Dia memaparkan, yang pertama adalah Skill, di mana para wisudawan harus belajar terus dan mengasah ilmu. Kedua adalah Soul, jangan sampai kehilangan hati. Gelar boleh keren, tapi hati tetap harus menjadi hati Lasallian yang mengasihi dan memuliakan Tuhan.
“Ketiga adalah Serve, yaitu semangat melayani yang tak boleh lepas dari kalian,” ujar Gregorius Hertanto Dwi Wibowo di hadapan para wisudawan, orang tua, anggota senat, dan tamu undangan.
Rektor Unika De La Salle Manado menambahkan bahwa setiap lulusan dari pelbagai program studi memiliki peran strategis sebagai peradaban penyeimbang di tengah masyarakat. Lulusan Fakultas Hukum diimbau menjadi penjaga keadilan dan payung hukum yang menentramkan masyarakat, sementara lulusan Pariwisata diharapkan menjadi wajah ramah Sulawesi Utara.
“Fakultas Hukum menjadi penjaga keadilan, sahabat masyarakat agar mereka mengerti hukum bukan sebagai hal yang menakutkan, melainkan payung hidup bersama yang mengabdi pada kemanusiaan,” tuturnya.
Selanjutnya lulusan Akuntansi dan Manajemen menjadi penggerak ekonomi UMKM yang menghitung tidak hanya dengan otak, tetapi juga dengan hati demi keadilan dan kesejahteraan sosial. “Sedangkan Fisioterapi, PGSD, dan Agribisnis bertugas menyembuhkan dan membimbing masyarakat secara jasmani, dan spiritual,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi De La Salle Manado, Pastor Dr. Melky Maningkas SS MEd berpesan agar para alumni selalu memegang teguh nilai-nilai universal Lasallian, terutama solidaritas, kejujuran, dan adaptabilitas teknologi.
“Nilai Lasallian—solidaritas, peduli, dan pelayanan kepada sesama—adalah modal menjadi pribadi yang berintegritas dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Di era digital, ujarnya, kuasailah keterampilan TIK sebagai modal utama menghadapi globalisasi, namun tetap jaga etika, baik di dunia maya maupun dunia nyata.
Sementara itu, perwakilan LLDIKTI Wilayah XVI Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Dr Drs Irwan Halid MSi mengapresiasi peran Unika De La Salle sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbesar dan berkualitas di Sulawesi Utara. Ia mengingatkan bahwa di balik gelar yang diraih, terdapat tanggung jawab moral yang besar terhadap daerah.
“Gelar yang Anda dapatkan hari ini membawa beban tanggung jawab moral di dalamnya. Lulusan Unika De La Salle harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Pikirkan kontribusi apa yang bisa diberikan dan jagalah selalu nama baik almamater melalui personal branding yang positif,” tegas Irwan.
Pada prosesi wisuda periode ini, Unika De La Salle Manado meluluskan 28 wisudawan yang terdiri dari 1 lulusan Agribisnis, 1 Akuntansi, 1 Manajemen, 7 Ilmu Hukum, 2 Hospitality dan Pariwisata, 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta 14 Ahli Madya Fisioterapi.
Rangkaian proses wisuda ini juga diisi dengan dengan Sumpah Fisioterapi, serta penerimaan para wisudawan sebagai anggota Alumni Unika De La Salle Manado. (yos)















