Semarang, DetikManado.com — Demi menjaga kualitas infrastruktur sekaligus mencegah pencemaran lingkungan, Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-120 bersama warga Kabupaten Semarang menerapkan teknik khusus dalam proyek pengecoran jalan. Mereka membentangkan lembaran plastik tebal sepanjang jalur kerja sebelum adukan semen ditumpahkan, Minggu (2/8/2026).
Metode ini dilakukan meter demi meter secara teliti untuk menahan resapan semen agar tidak merembes ke lahan pertanian atau pekarangan di sekitar lokasi pembangunan. Selain melindungi ekosistem tanah, lapisan plastik tersebut berfungsi menjaga kandungan air dalam adukan semen agar proses pengeringan beton berjalan optimal dan tidak cepat retak.
Pemasangan pembatas plastik ini melibatkan kerja sama erat antara personel TNI dan warga setempat sejak pagi hari. Semangat gotong royong tampak dari efisiensi kerja di lapangan, di mana setiap jengkal area pengecoran dipastikan tertutup rapat.
Anggota Satgas TMMD, Serma Budi S, menjelaskan bahwa penggunaan plastik merupakan langkah preventif yang sangat efektif, baik dari segi kualitas bangunan maupun efisiensi kerja.
“Penggunaan plastik ini adalah langkah preventif untuk menjaga area kerja tetap bersih dan menghindari pemborosan material. Selain menjaga kualitas beton agar semen tidak meresap ke tanah, metode ini juga mempercepat proses pembersihan setelah pengecoran selesai sehingga pekerjaan jauh lebih efisien,” ujar Serma Budi S.
Sinergi di lapangan ini mendapat sambutan hangat dari warga lokal yang turut ambil bagian. Kehadiran prajurit TNI tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memberikan edukasi mengenai kedisiplinan dan teknik pengerjaan yang ramah lingkungan.
salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam pembangunan desa mereka. Menurutnya, metode pengerjaan yang rapi dan memperhatikan detail lingkungan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. (yos)















