Semarang, DetikManado.com – Proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Misri di Dusun Banjari, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak hanya fokus pada bangunan fisik rumah.
Anggota TNI bersama warga setempat juga bahu-membahu menata dan membenahi saluran udara serta akses jalan menuju lokasi tersebut.
Dengan peralatan sederhana, Satgas dan masyarakat mengirimkan endapan tanah, memotong rumput liar, serta membersihkan kotoran yang menyumbat selokan dan tepi jalan masuk. Langkah ini diambil guna memastikan drainase lancar menjelang musim hujan sekaligus mempercantik lingkungan sekitar.
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa penataan lingkungan pendukung sama pentingnya dengan pembangunan fisik rumah itu sendiri agar hunian yang dihasilkan benar-benar nyaman dan sehat.
“Rehabilitasi RTLH ini bukan sekedar membangun dinding dan atap, melainkan juga menciptakan lingkungan sekitar yang layak, bersih, dan aman. Kami ingin saat rumah Pak Misri selesai, akses pemancar pun sudah rapi dan saluran airnya lancar sehingga tidak ada masalah luapan air di kemudian hari,” ujar Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho.
Aksi gotong royong ini menjadi pelengkap kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadirkan hunian yang sehat, tertata, dan lebih layak bagi masyarakat penerima bantuan. (yos)















