Sempat Hilang di Perkebunan Nuntab, Warga Dumoga Ditemukan Meninggal

Jasad korban berhasil dievakuasi dari tepi sungai yang biasa dilintasinya untuk melintasi menuju kawasan perkebunan.

Dumoga, DetikManado.com — Upaya pencarian marathon yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Modi Sinaulan (55), warga Desa Dumoga 1, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang sempat dilaporkan hilang usai berpamitan menuju Perkebunan Nuntab, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) siang.

Korban sebelumnya diketahui berangkat ke kebun pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Kekhawatiran pihak keluarga bermula saat korban tak kembali hingga pukul 18.00 Wita, padahal lazimnya korban sudah tiba di rumah pukul 16.00 Wita. Pencarian mandiri yang dilakukan pihak keluarga bersama pemerintah desa setempat sempat tak menghasilkan hasil hingga akhirnya melapor ke otoritas SAR.

Bacaan Lainnya

Tim SAR Gabungan yang mengerahkan puluhan personel gabungan dari Kantor SAR Manado, Pos SAR Kotamobagu, BPBD, Babinsa, serta warga lokal tiba di lokasi pada pukul 12.15 Wita. Memanfaatkan alutsista modern seperti drone thermal hingga perahu karet, pencarian langsung terfokus di sepanjang rute perlintasan korban.

Hanya bertahan satu jam setelah briefing, tepatnya pukul 13.12 Wita, jasad korban berhasil dievakuasi dari tepi sungai yang biasa dilintasinya untuk melintasi menuju kawasan perkebunan. Jenazah kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga di Desa Dumoga 1 pada pukul 14.30 Wita.

Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang menyampaikan penghargaan mendalam atas sinergi seluruh elemen yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini, sekaligus menyampaikan belasungkawa resminya.

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama, bahu-membahu dalam pelaksanaan pencarian. Kami turut berduka cita atas kematian korbannya dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar George Mercy Randang.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup secara resmi dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. (yos)


Pos terkait