Warga Tanjung Merah Bitung Bakar PT Futai

PT Futai dibakar warga Tanjung Merah.

Bitung, DetikManado.com – Aksi penolakan warga terhadap aktivitas PT Futai Sulawesi Utara di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, berujung ricuh pada Selasa (14/7/2026) malam.

Sejumlah fasilitas perusahaan dibakar massa setelah empat warga dilaporkan terluka akibat diduga terkena lemparan batu.

Bacaan Lainnya

Kericuhan bermula saat warga memblokade akses jalan menuju PT Futai sebagai bentuk protes terhadap dugaan beroperasinya kembali perusahaan pengolahan kertas daur ulang tersebut.

Warga mengaku masih mencium bau menyengat yang diduga berasal dari limbah perusahaan serta melihat aktivitas truk kontainer keluar masuk kawasan pabrik.

Situasi memanas ketika terjadi dugaan pelemparan batu dari dalam area perusahaan ke arah massa yang melakukan aksi. Akibat insiden itu, sedikitnya empat warga mengalami luka dan harus mendapat perawatan medis.

Salah satu korban, Krisna Hontong, dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala. Peristiwa itu memicu kemarahan warga hingga akhirnya massa masuk ke area perusahaan dan membakar sejumlah fasilitas, di antaranya mess karyawan, area parkir kendaraan, serta satu unit mobil pikap.

Aparat gabungan dari Polres Bitung, Kodim 1310/Bitung, dan personel Batalyon TP Pembangunan diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi serta mencegah kerusuhan meluas.

Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka bersama Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho dan Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ juga turun langsung menemui warga.

Ketiganya berdialog dengan massa yang menuntut agar pelaku pelemparan batu segera diungkap dan seluruh aktivitas PT Futai dihentikan.

Usai dialog yang berlangsung hingga larut malam, aparat kepolisian memasang garis polisi di area perusahaan. Massa kemudian membubarkan diri secara bertahap pada Rabu (15/7/2026) dini hari.

Ketua LPM Kelurahan Tanjung Merah, Elsje Lengkong, mengatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah karena masih ada warga yang mengalami luka namun belum didata.

“Untuk sementara yang terdata empat orang, tetapi masih ada warga lain yang mengalami luka dan belum didata,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PT Futai Sulawesi Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelemparan batu maupun informasi mengenai aktivitas operasional perusahaan yang dipersoalkan warga.

Peristiwa ini merupakan eskalasi dari penolakan warga terhadap PT Futai yang dalam beberapa waktu terakhir diprotes karena dugaan pencemaran lingkungan dan bau limbah yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Merah. (Jamal Gani)


Pos terkait