Manado, DetikManado.com – Memasuki tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Murid Merdeka (SMM), pelopor blended learning di Indonesia, dengan bangga mengumumkan penambahan lokasi belajar baru di SMM Sam Ratulangi Manado.
Sekolah yang beralamat di Toko Buku Gramedia Manado, Jalan Sam Ratulangi Nomor 45, Kelurahan Wenang Selatana, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut ini, resmi diluncurkan pada, Sabtu (15/2/2025).
Co-Founder Sekolah Murid Merdeka Radinka Qiera mengatakan, langkah tersebut menandai komitmen SMM dan Gramedia untuk terus memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia. Hal itu sekaligus menjawab antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap model pembelajaran berbasis blended learning di tanah air.
“Sekolah Murid Merdeka berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar terbaik melalui kurikulum terpersonalisasi yang terakreditasi, rapor berbasis kompetensi dengan evaluasi rutin pada 12 kompetensi utama, serta teknologi Blended Learning Management System yang canggih dan mudah diakses,” papar dia.
SMM menyediakan evaluasi belajar yang rutin dan terstruktur melalui rapor deskriptif dengan jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Early Years hingga Senior Years. SMM juga memiliki program belajar, seperti Tatap Muka Rutin, Daring Rutin, dan Program Inklusi.
“Di Sekolah Murid Merdeka, pembelajaran dimulai dengan melibatkan murid sebagai subjek utama yang aktif menentukan tujuan belajarnya,” ujarnya.
Proses belajar dirancang dengan pendekatan yang memanusiakan hubungan,mengutamakan empati untuk memperkuat koneksi positif antara guru dan murid. SMM mendorong pemahaman konsep yang utuh dengan mengaitkan materi belajar pada kehidupan nyata, serta membangun keberlanjutan antara topik dan jenjang untuk aplikasi yang relevan.
“Murid juga diberi kesempatan memilih tingkat tantangan yang sesuai dengan kemampuannya, melatih mereka dalam menemukan solusi secara mandiri,” tutur Radinka Qiera.
Dia mengatakan, dengan memberdayakan konteks, pembelajaran di SMM melatih kepekaan murid agar menjadi kontributor aktif dalam lingkungan dan menjadikannya sumber belajar yang bermakna.
Pihaknya percaya bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya bergantung pada satu keluarga, tetapi pada komunitas yang saling menguatkan.
“Kami mengundang orangtua untuk mengambil peran, baik sebagai relawan, guru tamu, maupun kolaborator lainnya, karena teladan adalah guru yang terbaik,” ujar Radinka Qiera.
Penambahan lokasi Sekolah Murid Merdeka di Gramedia merupakan komitmen besar dari keduanya untuk memberikan akses pendidikan berkualitas. Kolaborasi ini merupakan kolaborasi lanjutan dari 10 lokasi Sekolah Murid Merdeka yang telah dibuka di Cirebon, Bekasi, Karawang, Depok, Tangerang Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Yogyakarta, dan Bandung
Kini, Sekolah Murid Merdeka memiliki 57 lokasi belajar yang aktif pada tahun ajaran 2025/2026 yang tersebar di 11 provinsi, dari Sumatera Utara hingga Bali.
Peluncuran SMM Sam Ratulangi Manado ini diawali dengan pemaparan terkait kolaborasi Toko Buku Gramedia dengan SMM kepada puluhan orang tua murid. Dijelaskan juga sejumlah kemudahan untuk mengakses buku-buku koleksi Toko Buku Gramedia bagi para siswa SMM Sam Ratulangi Manado. (yos)














