Manado, DetikManado.com – Kolaborasi antara Sekolah Murid Merdeka (SMM) dengan Toko Buku Gramedia di Manado, menghadirkan SMM Sam Ratulangi Manado yang secara resmi diluncurkan pada, Sabtu (15/2/2025). Menarikmya, SMM Sam Ratulangi Manado ini berlokasi di dalam Toko Buku Gramedia Manado.
“Nah saat ini SMM ada 56 sekolah di seluruh Indonesia, tapi yang berkolaborasi dengan Gramedia, di Manado ini sudah cabang ke -11 yang dibuka. Minggu depan cabang ke 12 di Palembang lokasinya di dalam toko Buku Gramedia Palembang,” papar Direktur PT Murid Merdeka Nusantara Noni Mira Timotius.
Dia mengatakan, SMM telah melakukan pengajaran blended learning, dengan cara campuran antara online dan offline. Murid dan orang tua leluasa memilih jam belajar apakah cocok dengan online atau offiline.
“Levelnya di sini mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai kelas XII, atau usia dari sekitar 2,5 tahun, kelompok bermain hingga kelas XII SMA,” tutur Nusantara Noni Mira Timotius.
Noni mengatakan, pada 15 Februari 2025, pihaknya melakukan grand opening di lantai 2 Toko Buku Gramedia Manado. Orang tua bersama murid bisa mengunjungi SMM Sam Ratulangi Manado untuk mendapat informasi lebih lengkap.
“Bisa datang ke sekolah, kami buka dari pagi sesuai jam operasional toko buku. Bisa datang dan mmeilih kelas sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Nusantara Noni Mira Timotius mengungkapkan, metode belajar yang digunakan, tim pengajar SMM Sam Ratulangi Manado mengajak anak untuk memahami pelajaran secara kontekstual. Anak tidak dipaksa untuk menghafal segala macam pelajaran, yang mungkin tidak relevan dengan kehidupan mereka nantinya.

“Kita tidak tahu ya.. 10 tahun, 20 tahun lagi kondisi di dunia seperti apa. Kalau anak hari ini hanya dipaksakan untuk menghafal pelajaran-pelajaran, semua pelajaran disamaratakan, semua anak harus sama. Padahal belum tentu relevan atau berguna bagi kehidupan mereka,” papar Nusantara Noni Mira Timotius.
Dia mengatakan, di SMM Sam Ratulangi Manado anak-anak akan belajar sesuai konteks, belajar sesuai dengan apa yang ingin dipelajari.
“Mereka juga akan belajar sesuai apa yang mereka minati atau sukai. Mereka akan belajar sesuatu yang nantinya akan relevan dengan kehidupan mereka,” tuturnya.
Terkait keberadaan sekolah termasuk ijasah yang dikeluarkan oleh SMM, dia mengatakan, ijasahnya setara dengan sekolah umum sesuai dengan jenjangnya. Bisa dipakai untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“SMM ini kan sebetulnya sudah berdiri sejak 2019, sudah banyak lulusan-lulusan anak SMM yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, maupun perguruan tinggi swasta di dalam dan luar negeri,” ujarnya sambil menambahkan, tidak ada masalah dengan ijasah.
Dia mengatakan, salah satu founders SMM Najeela Shibab, terlibat dalam pembuatan kurikulum nasional, jadi ada keterlibatan pembuatan kurikulum nasional di SMM.
Peluncuran SMM Sam Ratulangi Manado ini diawali dengan pemaparan terkait kolaborasi Toko Buku Gramedia dengan SMM kepada puluhan orang tua murid. Dijelaskan juga sejumlah kemudahan untuk mengakses buku-buku koleksi Toko Buku Gramedia bagi para siswa SMM Sam Ratulangi Manado. (yos)














