Miami, DetikManado.com – Langkah Timnas Inggris belum terhenti di Piala Dunia 2026. Lewat penampilan heroik Jude Bellingham, The Three Lions sukses mendepak Norwegia dengan skor 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung dramatis di Stadion Miami, Sabtu (11/7/2025) waktu setempat atau Minggu pagi WIB.
Inggris sempat berada di ujung tanduk setelah Norwegia menyiarkan pertandingan lewat penutupan rapat berlapis mereka. Namun, Bellingham tampil sebagai juru selamat. Gelandang Real Madrid berusia 23 tahun tersebut memborong dua gol sekaligus untuk membawa skuad asuhan Thomas Tuchel mengamankan tiket ke semifinal.
Pertandingan berjalan sangat banyak bagi Inggris yang kesulitan mengungkap taktik dua barisan pertahanan ketat Norwegia. Ketika laga tampaknya akan berlanjut hingga adu penalti, Bellingham berhasil memanfaatkan bola muntah dari Harry Kane setelah sebelumnya kiper Orjan Nyland melakukan penyelamatan. Gol tersebut langsung menimbulkan keributan histeris dari para suporter Inggris yang memadati stadion.
Seusai laga, Bellingham menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar urusan taktik, melainkan tentang ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan besar.
“Bagi saya, yang terpenting adalah aspek psikologis—bagaimana Anda dapat mengatasi ringkasan dan kesulitan. Tim ini sekali lagi menunjukkan bahwa mereka mampu melakukannya, dan itu adalah keterampilan serta sifat yang sangat berharga,” ujar pemilik nomor punggung 10 Inggris tersebut.
Mentalitas Kelas Dunia yang Dipuji dan Dikritik
Brace yang dicetak Jude Bellingham di laga ini sekaligus mengukuhkan ketajamannya di turnamen dengan koleksi enam gol. Kombinasi Bellingham dan Harry Kane kini telah menyumbang 12 dari total 13 gol yang dikoleksi Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.
Kapten Inggris, Harry Kane, tidak segan-segan melemparkan pujian setinggi langit untuk kompatriotnya tersebut yang dinilai memiliki insting pembunuh di depan gawang.
“Gol-gol Jude kembali membuat perbedaan. Dia sangat menentukan dalam pertandingan-pertandingan terakhir dan sepanjang turnamen. Ini menunjukkan bahwa dia memiliki bakat untuk momen-momen penting dan situasi-situasi kunci. Gol pertama luar biasa, dan gol keduanya hanyalah insting seorang striker,” kata Harry Kane.
Meski berhasil melaju ke semifinal, performa kolektif Inggris nyatanya belum membuat sang manajer, Thomas Tuchel, sepenuhnya puas. Tuchel mengakui anak asuhnya bermain di bawah tekanan hebat dan sedikit keberuntungan. Namun, ia tetap memberikan apresiasi khusus pada mentalitas kelas dunia yang ditunjukkan Bellingham.
“Cukup sudah. Dia melakukannya di setiap pertandingan. Dia kelas dunia. Hasilnya luar biasa, tapi saya tidak senang dengan performanya. Kami beruntung,” ujarnya.
Dengan kemenangan emosional ini, Inggris kini menatap babak semifinal dengan kepercayaan diri tinggi, dipimpin oleh Bellingham yang sejauh ini terus membiarkan kualitas permainannya berbicara di atas lapangan. (yos)















