Semarang, DetikManado.com — Memasuki pekan keempat pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-129, kebersamaan antara Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0714/Salatiga dan masyarakat Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terjalin semakin erat. Hubungan emosional yang terbangun di lapangan membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya fokus pada sasaran fisik, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan.
Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan fondasi utama keberhasilan program ini.
“TMMD pada hakikatnya bukan sekadar menyelesaikan target pembangunan fisik semata, melainkan membangun jembatan hati antara prajurit TNI dan masyarakat. Ketika TNI dan rakyat bekerja dengan satu hati dan satu semangat, pekerjaan sebeban apa pun akan terasa lebih ringan,” ujar Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Senin (10/8/2026).
Di lokasi pengerjaan, suasana penuh hangat dan keakraban selalu mewarnai aktivitas sehari-hari. Canda tawa di sela-sela kerja bakti membaurkan perbedaan latar belakang antara prajurit dan warga. Bagi anggota Satgas, sambutan hangat masyarakat Desa Cukil membuat mereka merasa berada di rumah sendiri.
Sebaliknya, warga Cukil pun menganggap kehadiran prajurit TNI bukan lagi sebagai tamu, melainkan bagian dari keluarga besar desa mereka. Melalui interaksi harian ini, kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terwujud secara nyata, menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan dan pembangunan desa. (yos)















