Ondong, DetikManado.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit rabies melalui edukasi mengenai penyebab, gejala, serta langkah-langkah pencegahannya.
Imbauan tersebut disampaikan melalui flyer sosialisasi yang menekankan bahwa rabies merupakan penyakit mematikan, namun dapat dicegah. Dalam materi sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat dan disebabkan oleh Lyssavirus.
Penularannya dapat terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, baik melalui gigitan, cakaran, maupun jilatan pada kulit yang mengalami luka. Adapun hewan yang berpotensi menjadi sumber penularan rabies antara lain anjing, kelelawar, kucing, dan kera. Bahkan, lebih dari 95 persen kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Heronimus Makainas, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan sebagai upaya melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman rabies.
“Vaksinasi terhadap hewan peliharaan itu penting,” kata Heronimus, Jumat (24/7/2026).
Plt Bupati menegaskan, masyarakat juga diberikan informasi mengenai ciri-ciri anjing yang diduga terinfeksi rabies, yakni, suara menjadi parau, menggigit dan menyerang apa saja yang bergerak atau dijumpai, berlari tanpa tujuan, takut terhadap air, cahaya, dan suara, bersikap agresif, mengeluarkan air liur secara berlebihan hingga mengalami kejang yang disusul dengan kelumpuhan.
“Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Sitaro mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi rabies pada anjing secara berkala, minimal satu kali setiap tahun. Selain itu, pemilik hewan peliharaan juga diminta memelihara anjing di dalam rumah atau pekarangan dengan cara diikat maupun dikandangkan agar tidak berkeliaran bebas,” pungkasnya.(jack)














