Dokter Residen Minta Unsrat Manado Kurangi UKT, Ini Hasilnya

  • Whatsapp
Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Kedokteran Unsrat Manado dr Frans Wantania SpPD.

Manado, DetikManado.com – Aksi demo ratusan dokter residen atau calon dokter spesialis, awal pekan ini, yang meminta pengurangan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditanggapi pihak Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat.

Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Kedokteran Unsrat Manado dr Frans Wantania SpPD yang ditemui, Rabu (22/7/2020), menjelaskan secara detail bagaimana sikap Unsrat serta tindaklanjut dari tuntutan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Bukan tidak ada keinginan untuk membantu adik-adik mahasiswa residen, tetapi ini memang menjadi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Wantania saat ditemui di Bagian Penyakut Dalam, RSUP Prof Kandou Manado.

Dia memaparkan, dasar pengurangan SPP atau UKT itu bukan dari universitas, apalagi fakultas. Tapi itu kebijakan dari Mendikbud. Unsrat Manado juga menyatakan terima kasih kepada Mendikbud yang sudah mengeluarkan kebijakan berupa pengurangan SPP untuk mahasiswa program Diploma 3 dan Strata 1.

“Kami khususnya di Fakultas Kedokteran berharap kebijakan yang sama juga bagi mahasiswa yang tengah mengambil profesi dokter, dan residen karena mereka adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19,” paparnya.

Wantania mengatakan, pihak Unsrat tanggap dan juga merespons aspirasi dokte residen tersebut, sehingga langsung memfasilitasi pertemuan untuk mencari solusi.

 “Ya, Kita dalam posisi menunggu, sekali lagi mudah-mudahan ada kebijakan dari Mendikbud,” ujarnya.

Terkait tuntutan dokter residen bahwa ada dua kampus negeri di Indonesia yang bisa mengurangi biaya SPP melalui kebijakan internal, Wantania mengatakan, status perguruan tinggi itu berbeda dengan Unsrat Manado.

“Dua kampus itu statusnya Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum, sedangkan Unsrat Manado adalah Badan Layanan Umum,” ujarnya.

Artinya jika unsrat sudah sama staus dengan dua kampus itu maka Unsrat bisa melakukan hal yang sama. Namun karena status BLU, jadi masih terikat dengan aturan yang ada.

“Akan jadi salah nanti. Bukan tidak ada keinginan untuk membantu adik-adik mahasiswa residen,” ujar Wantania. (joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait