Kotamobagu, DetikManado.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan semangat pengabdian kader. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama jajaran GP Ansor di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Senin (03/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulawesi Utara, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kotamobagu, anggota DPRD Kota Kotamobagu, Staf Khusus Wali Kota, serta kader Ansor dan Banser dari berbagai daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Dalam sambutannya, Addin mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Kotamobagu dan masyarakat. Ia juga mengangkat sejarah panjang Kotamobagu sebagai pusat peradaban Bolaang Mongondow yang kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kotamobagu memiliki sejarah yang panjang sebagai pusat peradaban Tanah Bolaang Mongondow. Nilai-nilai kearifan lokal seperti Dodandian Paloko Kinalang harus terus kita jaga bersama demi keharmonisan antara pimpinan dan masyarakat,” ujar Addin.
Di hadapan para kader, Addin kemudian menyampaikan pesan kepemimpinan melalui analogi lima jenis ikan sebagai gambaran karakter kader dalam berorganisasi. Menurutnya, setiap kader harus mampu menjadi pribadi yang tangguh, berkualitas, dan memberi manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
Ia menjelaskan, kader tipe ikan lele merupakan sosok yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi sulit, sedangkan kader tipe ikan koi lebih suka tampil di permukaan untuk mencari perhatian. Sementara kader tipe ikan arwana merupakan figur berkualitas yang jarang tampil namun selalu memberi dampak besar.
Addin juga mengingatkan agar kader tidak menjadi pribadi yang gemar menimbulkan gesekan di internal organisasi. Sebaliknya, ia mendorong seluruh kader meneladani karakter ikan paus yang kuat, berjiwa besar, dan selalu mengayomi.
“Dalam organisasi, kita mengenal lima analogi kader. Ada kader tipe ikan lele yang tahan banting di situasi sulit, hingga kader tipe ikan paus yang berjiwa besar dan selalu mengayomi tanpa pernah mengorbankan kawannya. Kader Ansor harus menjadi pribadi yang berkualitas dan tidak merugikan sesama,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan zaman yang terus berkembang menuntut kader GP Ansor untuk memperkuat soliditas internal, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Di tengah efisiensi dan dinamika zaman saat ini, kader Ansor dituntut menjaga soliditas internal, bersinergi dengan pemerintah daerah, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, Addin berharap GP Ansor di Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya semakin solid, mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta terus menjadi organisasi kepemudaan yang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. (Dayat)















