PAD Bitung Tembus Rp76,2 Miliar, Pajak Jadi Penopang Utama

Kepala Bapenda Bitung, Theo Rorong.

Bitung, DetikManado.com– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai Rp76.226.704.583,76. Realisasi tersebut setara 73,29 persen dari target PAD tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp104 miliar.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penerimaan PAD Bitung mengalami peningkatan. Hingga 31 Agustus 2025, PAD yang berhasil direalisasikan berada di angka Rp64.618.387.912,17.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, Theo Rorong, mengatakan capaian tersebut berasal dari empat kelompok pendapatan.

Keempatnya yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Dari empat sumber tersebut, pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar.

“Hingga akhir Agustus, penerimaan pajak daerah mencapai Rp66.090.762.563 atau 72,91 persen dari target Rp90,65 miliar. Angka ini juga naik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp55.687.098.740,18,” jelas Theo, Selasa (8/9/2026).

Menurut Theo, dengan realisasi tersebut, pajak daerah menyumbang sekitar 86,66 persen dari keseluruhan PAD Bitung. Sementara retribusi daerah baru mencapai Rp2.918.592.350 atau 42,61 persen dari target Rp6,85 miliar.

“Meski persentase pencapaiannya masih di bawah 50 persen, realisasi tersebut tetap mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2.729.314.725,40,” kata Theo.

Lanjut Theo, untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan telah mencapai Rp5.284.724.158. Realisasi ini kata Theo, setara 96,09 persen dari target Rp5,5 miliar. Dibandingkan tahun 2025, penerimaan dari sektor ini juga meningkat dari Rp4.665.204.078.

“Sementara untuk sektor lain-lain PAD yang sah justru telah melampaui target. Hingga 31 Agustus, penerimaannya mencapai Rp1.743.806.977,76 atau 174,38 persen dari target yang hanya Rp1 miliar,” ujarnya.

Meski capaian PAD sudah mencapai lebih dari 73 persen, Theo menyampaikan masih ada pekerjaan yang harus dikejar Bapenda hingga akhir tahun.

“Dari target Rp104 miliar, masih terdapat sekitar Rp27,77 miliar yang harus dikumpulkan dalam empat bulan terakhir 2026,” ucap Theo.

Theo mengatakan Bapenda akan terus mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program Bapenda Datang di delapan kecamatan.

Program tersebut tidak hanya menyasar pembayaran pajak, tetapi juga melayani pengecekan tunggakan PBB-P2, pendaftaran objek pajak baru, pembaruan data hingga konsultasi perpajakan.

“Bapenda terus mendorong optimalisasi seluruh sumber pendapatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” kata Theo.

Menurutnya, dengan sisa target sekitar Rp27,77 miliar, kinerja penerimaan pada September hingga Desember akan menjadi penentu apakah target PAD Kota Bitung sebesar Rp104 miliar dapat tercapai.

“Kami berharap peningkatan PAD dapat memperkuat kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.(Jamal Gani)


Pos terkait