Banggai, DetikManado.com – Gereja Katolik Paroki Raja Damai Banggai, Keuskupan Manado, didukung oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Nyanyian dan Musik Liturgi Gereja pada, Senin – Selasa (15-16/12/2025) .
Kegiatan yang mengusung tema “Inkulturasi Musik dan Nyanyian Liturgi Gereja Dalam Budaya Lokal” ini dilaksanakan di Gedung Labotan Sosodek, Banggai, pada hari pertama dan dilanjutkan di aula Gereja Paroki Raja Damai Banggai pada hari yang kedua.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut, Drs Ruslan Tolani MSi yang dihadiri Sekretaris LP3KD Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banggai Laut.
Sebagai peserta pelatihan, dihadirkan para pengurus di bidang liturgi dari pusat paroki, stasi-stasi, wilayah rohani, kelompok-kelompok kategorial, para pemazmur dan para dirigen.
Ketua panitia yang sekaligus Wakil Ketua LP3KD Kabupaten Banggai Laut, Marselus Lasokan SFils menjelaskan bahwa dasar utama pelaksanaan kegiatan ini adalah aspirasi umat Paroki Raja Damai Banggai yang rindu untuk mengembangkan musik dan nyanyian gereja, khususnya dalam bentuk musik dan nyanyian lnkulturasi. Kerinduan ini yang coba ditangkap dan difasilitasi LP3KD Kabupaten Banggai Laut.
“Dasar utama pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah adanya kerinduan dan aspirasi umat untuk menghidupkan dan mengembangkan musik dan nyanian liturgi gereja, khususnya dalam bentuk inkulturasi budaya Banggai ke dalam liturgi. Hal ini yang kami tangkap dan coba kami fasilitasi melalui LP3KD,” tuturnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa ada beberapa tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan ini, yakni menggali, mendayagunakan dan menggerakan kekayaan dan potensi seni dan budaya daerah sebagai potensi inkulturasi dalam Musik Liturgi Gereja.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi forum komunikasi dan dialog langsung antara Gereja Katolik dengan pemerintah daerah dan masyarakat umum.

Pastor Paroki Raja Damai Banggai, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC menyatakan bahwa, kegiatan pelatihan nyanyian dan musik liturgi gereja ini sangat penting bagi pengembangan liturgi di paroki. Selain itu, salah satu hal penting adalah pengembangan potensi musik dan nyanyian liturgi inkulturasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Strategis Keuskupan Manado Tahun 2026-2030, yakni program strategis pembinaan inkulturasi liturgi.
“Pelatihan nyanyian dan musik liturgi gereja ini sangat penting bagi pengembangan liturgi di paroki saat ini. Khususnya, upaya pengembangan musik dan nyanyian liturgi inkulturatif sendiri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Strategis Keuskupan Manado Tahun 2026-2030, yakni program pembinaan inkulturasi liturgi,” tuturnya.
Pemateri pada pada pembinaan dan pelatihan ini adalah Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC yang membawakan materi Spiritualitas Musik Liturgi. Sekretaris LP3KD Provinsi Sulawesi Tengah, Timotius Jehaut SFil membawakan materi Pesparani 2026: Musica Mundi To Musica Sacra. Pastor Aldrin Rey MSC membawakan beberapa materi yakni Musik dan Nyanyian Liturgi Gereja, Cipta Lagu Inkulturatif Banggai, Teknik Dasar Dirigen, dan Teknik Bernyanyi Paduan Suara dan Mazmur.
Materi-materi yang disampaikan ini disambut antusias oleh para peserta. Pada sesi tanya jawab, peserta aktif bertanya kepada para narasumber sehingga ruang-ruang kegiatan menjadi hidup.
Metode pemberian materi juga dilakukan secara beragam, dimulai dari metode ceramah, diskusi kelompok, latihan gerakan, dan praktek membuat lagu inkulturasi dengan menggunakan langkah-langkah dan prinsip-prinsip pembuatan lagu liturgi inkulturasi.
Sekretaris panitia, Yohanis Stibis SPd menerangkan bahwa sampai pada hari kedua, peserta pelatihan yang hadir berjumlah 99 orang. Para peserta ini berasal dari pusat paroki dan sebagaian besar datang dari berbagai stasi. Kehadiran banyak umat ini menjadi wajah baru bagi perkembangan musik dan nyanyian liturgi di Paroki Raja Damai Banggai.
“Sampai pada hari kedua ini, jumlah peserta pelatihan yang hadir adalah 99 orang. Para peserta ini berasal dari pusat paroki dan sebagian besar datang dari stasi-stasi. Kami tentu berharap agar kehadiran banyak umat ini menjadi wajah baru perkembangan musik dan nyanyian liturgi di paroki ini,” ujarnya memungkasi.
Di tengah-tengah pelatihan ini, lima lagu inkulturasi coba disusun oleh para peserta dalam kelompoknya masing-masing. Pastor Aldrin Rey MSC mendampingi kelompok-kelompok ini. Ketika waktu materi selesai, ada kelompok yang sudah menyelesaikan sebuah lagu, ada juga yang masih setengah jadi.
Apapun hasilnya, pengalaman ini telah menjadi bekal bagi pengembangan musik dan nyanyian liturgi inkulturasi di Paroki Raja Damai Banggai.(yos)














