Permohonan Dispensasi Nikah di Bitung Meningkat

Ketua Pengadilan Agama Bitung Amran Abbas.

Bitung, DetikManado.com – Dampak negatif akibat pernikahan di bawah umur lebih terdampak pada anak perempuan. Dampak yang paling parah selain dikeluarkan dari sekolah, mengalami kekerasan secara biologis dan fisik.

Anak perempuan dibawah umur 19 tahun belum siap untuk menikah apalagi hamil maupun melahirkan.

Bacaan Lainnya

Setelah diberlakukannya UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang batas umur menikah 19 tahun, ternyata berpotensi menambah panjang daftar dispensasi nikah di Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri.

Ketua Pengadilan Agama Bitung Amran Abbas,  mengatakan, pada tahun 2019 ada 30 permohonan dispensasi kawin, sementara untuk bulan Januari 2020 sudah ada 10 permohonan. “Ini menunjukkan belum tersosialisasikan dengan baik soal dampak yang ditimbulkan dari menikah dibawah umur,” jelas Abbas saat ditemui DetikManado.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya pernikahan di usia dini mengakibatkan hilangnya hak anak, antara lain hak pendidikan, hak bebas dari kekerasan dan pelecehan serta hak dilindungi dari eksploitasi. “Seorang anak perempuan yang menikah dibawah umur, akan mengalami sejumlah persoalan psikologis seperti cemas, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri,” jelas Abbas.

Komentar Facebook

Pos terkait