Pesan Kurniaman Telaumbanua Saat Sumpah Janji MPD Notaris dan PPNS

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji anggota MPD Notaris Kabupaten Minahasa, dan Pejabat PPNS pada, Selasa (25/2/2025). (Foto: Humas Lanwil Kemenkum Sulut)

Manado, DetikManado.com – Kakanwil Kemenkum Sulut Kurniaman Telaumbanua melantik dan mengambil sumpah/janji anggota Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kabupaten Minahasa, dan Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada, Selasa (25/2/2025).

Kakanwil melantik 15 orang yang terdiri dari 9 anggota MPD Notaris Kabupaten Minahasa, dan 6 PPNS. Enam PPNS itu terdiri dari 1 PPNS pada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Bolaang Mongondow, 1 PPNS Satpol PP Pemkab Bolmong Selatan, 1 orang PPNS pada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Manado. Selanjutnya 3 orang PPNS pada Dinas Ketahanan Pangan Daerah Pemprov Sulut.

Bacaan Lainnya

“Pelantikan notaris merupakan amanah dari Undang-Undang tentang jabatan notaris,” ujarnya.

Dia memaparkan, pasal 67 dari UU RI Nomor 2 Tahun 2024 menyebutkan bahwa Pengawasan atas Notaris dilakukan oleh Menteri.  Tugas MPD/MPW adalah sebenarnya adalah tugas Menteri, dalam hal ini Menteri Hukum dan mendelegasikan kepada MPD/MPW.

“Tugas yang kita emban adalah tugas menteri yang harus kita jaga marwahnya,” pesan Kurniaman.

Kurniaman mengatakan ada beberapa atensi Menteri tentang notaris, di antaranya mengenai penggunaan akun notaris, MPD harus menegakkan kode etik profesi, bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan penting mengingatkan notaris tentang gatekeeper dan Prinsip Mengenali Pengunaan Jasa (PMPJ).

“Setelah kegiatan ini, akan diadakan rapat koordinasi Majelis Kehormatan Notaris Wilayah, Majelis Pengawas Wilayah Notaris dan Majelis Pengawas Daerah Notaris se-Sulawesi Utara,” ujarnya.

Dia berharap rakor benar-benar membuat solusi serta saran kepada pimpinan atas berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap para Notaris di Sulut.

Kepada PPNS, Kurniaman berpesan bahwa PPNS sejatinya membutuhkan keahlian.

“Saya berharap Bapak Ibu dapat meningkatkan kompetensi di era digitalisasi ini,” tegas dia.

Kurniaman berharap kegiatan itu sungguh-sungguh menjadi titik awal dalam mengemban amanah, bertanggungjawab kepada manusia, terlebih kepada Tuhan Yang Maha Esa. (yos)


Pos terkait